Respons KPK Sikapi Pernyataan Fahri Hamzah Soal 'Banyak Orang Ditangkap Lalu Hilang'

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi pernyataan mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah.

Respons KPK Sikapi Pernyataan Fahri Hamzah Soal 'Banyak Orang Ditangkap Lalu Hilang'
KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

"Sebagaimana penanganan perkara lainnya, KPK memastikan penanganan perkara ini akan tetap dilakukan secara cermat dan hati-hati," ujarnya.

Baca: Pemprov DKI Kelola PDS H.B. Jassin, Bukti Serius Jaga Karya Sastra

KPK juga mengklarifikasi pernyaatan Fahri Hamzah yang menyebut nama Emir Moeis.

Pernyataan Fahri Hamzah soal Emir Moeis:

"Ada juga sahabat saya Pak Emir Moeis, Dirut Garuda baru saja kemudian diproses setelah sekian tahun baru dalam demokrasi itu ada hukum justice delay justice denied. Kalau Anda tunda-tunda proses hukum terhadap orang, itu Anda artinya menolak keadilan tegak bagi orang itu padahal orang itu sebenarnya, once Anda tuduh dia, mungkin dalam tempo yang secepat-cepatnya ingin mengetahui status dia sudah jelas…”

Febri menjelaskan, Emir Moeis adalah anggota DPR dari Fraksi PDIP yang diproses KPK dalam kasus suap terkait pembangunan PLTU Tarahan di Lampung.

Emir Moeis telah divonis bersalah di pengadilan tipikor pada April 2014 lalu karena terbukti menerima suap USD357.000 dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang.

"Demikian juga dengan penyebutan nama 'Emir Moeis, Dirut Garuda'. Jika yang dimaksud adalah Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, justru saat ini ia telah ditahan KPK sejak Agustus 2019 lalu dan dalam batas waktu maksimal 120 hari penahanan kasus ini akan dibawa ke pengadilan," jelas Febri.

Dalam perkara Emirsyah Satar, diduga sejumlah pihak termasuk Satar menerima uang dalam berbagai mata uang dengan nilai sekira Rp100 miliar terkait pengadaan pesawat, mesin pesawat, dan perawatan pesawat untuk Garuda Indonesia dan anak perusahaannya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved