Soal Validasi Data, Langkah Syahrul Diapresiasi Banyak Pihak

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuat gebrakan 100 hari dengan terlebih dahulu validasi data satu pintu.

Soal Validasi Data, Langkah Syahrul Diapresiasi Banyak Pihak
Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) yang bertempat di Kota Bogor 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membuat gebrakan pada program 100 hari kerjanya.

Dia mengaku, langkah awal yang akan dilakukan adalah membuat validasi data menjadi satu pintu.

Melalui data, ujar dia, semua kebijakan dan perencanaan bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dia pun menegaskan bawa persoalan data harus mengacu pada lembaga negara yang sah dan mengikat dengan undang-undang seperti Badan Pusat Statistik (BPS).

Karena itu, kata Syahrul, tidak boleh ada satu lembaga atau kementerian yang saling mengeluarkan data.

Baca: Syahrul Yasin Limpo Bertemu Para Profesor, Guru Besar dan Peneliti Serta Hasil Penelitian Pertanian

Langkah Syahrul dalam menyelesaikan persoalan data mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan.

Tak terkecuali dari Menteri Pertanian periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman.

Dalam acara serah terima jabatan beberapa waktu lalu, Amran mengatakan bahwa perbaikan itu sangat tepat karena bisa membawa sektor pertanian menjadi lebih kuat.

"Soal data pangan yang disampaikan pak Syahrul, saya mendukung karena langkah tersebut sangat tepat. Memang ini harus diperbaiki karena banyak mafia yang bermain. Saya yakin pak Syahrul bisa membawa pertanian menjadi lebih kuat," katanya.

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengaku bangga melihat putra daerahnya mengisi pos Menteri Pertanian untuk masa bakti 5 tahun ke depan.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved