Tuntut Ganti Rugi Rp 19 Miliar, dr Zulkifli: Itu Bukan Buat Saya Nanti Disumbangkan

Zulkifli mengatakan bahwa dirinya tak memikirkan jumlah tersebut. Bahkan ia berniat menyumbangkannya.

Tuntut Ganti Rugi Rp 19 Miliar, dr Zulkifli: Itu Bukan Buat Saya Nanti Disumbangkan
Dok. dr Zulkifli S Ekomei
dr Zulkifli S Ekomei, penggugat UUD 1945 hasil amandemen 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gugatan terhadap amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dilakukan oleh dr Zulkifli S Ekomei kepada sejumlah tergugat dari legislatif hingga Presiden.

Berdasarkan berkas gugatan yang diterima Tribunnews.com, Zulkifli menuntut ganti rugi kepada masing-masing tergugat dan turut tergugat sebesar Rp 1 miliar, dengan total mencapai Rp 19 miliar.

Zulkifli mengatakan bahwa dirinya tak memikirkan jumlah tersebut. Bahkan ia berniat menyumbangkannya.

"Pokoknya gini, saya nggak (mikirin) dananya (jumlah ganti rugi). Nanti itu bukan buat saya ya, nanti akan disumbangkan," ujar Zulkifli, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (31/10/2019).

Ia pun menegaskan tak berharap ada dukungan dana dari masyarakat dalam mengajukan gugatan ini. Namun lebih kepada dukungan moral.

Zulkifli meyakini nantinya akan banyak bermunculan orang yang disebut 'penggugat intervensi'.

Menurutnya, kemunculan orang-orang ini perlu dipicu oleh seseorang sepertinya yang berani menggugat lebih dahulu.

Pasalnya, kata dia, masalah gugatan terkait berlakunya UUD 1945 hasil amandemen ini merupakan masalah keberanian.

"Mungkin nanti setelah sidang pertama ini akan banyak namanya penggugat intervensi, ini kan masalah keberanian. Banyak orang yang tidak berani melakukan gugatan sebesar ini. Makanya saya memberanikan diri dengan tekat bismillah saya lakukan. Dan yang sebelumnya dukungan tersembunyi, sekarang (akan) muncul semua," tandasnya.

Baca: NasDem Bertemu PKS, PDIP Ingatkan Ini

Sebelumnya diberitakan, berlakunya Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 hasil amandemen digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan soal Perbuatan Melawan Hukum itu diajukan agar UUD 1945 sebelum amandemen kembali diberlakukan.

Halaman
123
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved