Idham Azis Resmi Jadi Kapolri, Novel Baswedan Harap Pelaku Penyiraman Air Keras Cepat Ditangkap

Kasus Novel Baswedan kembali menjadi perhatian seiring dengan dilantiknya Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri pada Jumat (1/11/2019).

Idham Azis Resmi Jadi Kapolri, Novel Baswedan Harap Pelaku Penyiraman Air Keras Cepat Ditangkap
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik KPK Novel Baswedan bersiap memberikan kesaksian bagi terdakwa mantan anggota Komisi II DPR Markus Nari pada sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan tiga orang saksi yang dihadirkan JPU KPK yakni mantan anggota Komisi V DPR yang juga terpidana kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Miryam S. Haryani, Penyidik KPK Novel Baswedan, dan jaksa KPK Heryawan Agus. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus Novel Baswedan kembali menjadi perhatian seiring dengan dilantiknya Jenderal Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jumat (1/11/2019).

Sejak penyerangan yang terjadi pada April 2017 itu, hingga 2019 ini belum ditemukan titik terang mengenai kasus tersebut.

Padahal sudah ada tiga tim yang dibentuk secara khusus untuk mengungkap kasus yang menimpa penyidik senior KPK itu.

Dilantiknya Kapolri baru pun seperti membuka secercah harapan untuk dapat segera mengungkap kasus yang telah terjadi dua setengah tahun lalu itu.

Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan Tak Kunjung Ditemukan

Dilansir dari tayangan pada kanal YouTube Kompas TV yang diunggah pada Sabtu (2/11/2019), Novel Baswedan mengungkapkan harapannya agar Kapolri yang baru dapat segera mengungkap kasus yang menimpa dirinya itu.

Novel juga mengatakan bahwa saat ini yang menjadi fokusnya bukanlah mengenai perkembangan kasus ataupun motif penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Menurutnya setelah dua setengah tahun berjalan, yang lebih penting adalah dapat segera menangkap pelaku lapangan.

"Bagi saya setelah dua setengah tahun, kita sudah bukan bicara tentang perkembangan lagi. Kita sedang bertanya, mengapa tidak segera ditangkap? Fokusnya adalah kapan (pelaku) ditangkap," ungkap Novel.

Jadi Calon Tunggal Kapolri Gantikan Tito Karnavian, Idham Azis Janji Ungkap Kasus Novel Baswedan

Jenderal (Pol) Idham Azis Resmi Dilantik Jadi Kapolri Baru Gantikan Tito Karnavian

Novel juga menambahkan untuk tidak membicarakan mengenai motif terlebih dulu karena akan menimbulkan perdebatan.

Novel berpendapat apabila pelaku lapangan telah ditangkap, nantinya dapat dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif dari penyerangan tersebut.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>

Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Rizki Aningtyas Tiara
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved