Ketika Sutradara Joko Anwar Ditanya Penonton Jepang Soal Kasus Penculikan Anak-anak di Indonesia

Seorang penonton wanita Jepang, Sabtu (2/11/2019) mempertanyakan kepada Joko apakah di Indonesia banyak penculikan anak-anak?

Ketika Sutradara Joko Anwar Ditanya Penonton Jepang Soal Kasus Penculikan Anak-anak di Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sutradara Joko Anwar kelahiran Medan 3 Januari 1976 sedang berhadapan dengan para fansnya di Tokyo Jepang untuk difoto, Sabtu (2/11/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Film Mother's Love karya sutradara Joko Anwar ternyata mendapat sambutan hangat di Tokyo Jepang, Sabtu (2/11/2019) malam. Semua kursi sekitar 200 tempat dipenuhi penonton dan tiket terjual habis.

Seorang penonton wanita Jepang, Sabtu (2/11/2019) mempertanyakan kepada Joko apakah di Indonesia banyak penculikan anak-anak?

"Kalau di Jepang kita jarang mendengar penculikan anak. Tetapi saya tak tahu di Indonesia apakah memang banyak anak-anak diculik ya," tanya wanita muda Jepang itu dalam acara tanya jawab seusai penayangan film tersebut dalam pekan Tokyo International Film Festival (TIFF) yang berlangsung sejak 27 Oktober sampai dengan 5 November 2019.

Menjawab pertanyaan tersebut, Joko Anwar membenarkannya.

Sutradara Joko Anward (43) saat acara tanya jawab setelah penayangan filmnya Mother's Love di acara Tokyo International Film festival (TIFF), Sabtu (2/11/2019).
Sutradara Joko Anward (43) saat acara tanya jawab setelah penayangan filmnya Mother's Love di acara Tokyo International Film festival (TIFF), Sabtu (2/11/2019). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Kalau dulu saat saya masih anak-anak mungkin benar ya. Kita para anak-anak ditakuti orang tua dengan cerita rakyat Wewe Gombel atau Nenek Gombel supaya jangan jadi anak nakal. Tapi sekarang saya rasa jarang sekali ada penculikan anak-anak di Indonesia," jawabnya.

Anwar mencontohkan film horor yang berkisah mengenai kasih cinta seorang ibu kepada anaknya dan sebaliknya.

Apabila ibu tidak mencintai anaknya dan anak tidak mencintai ibunya, maka anak kecil dengan mudah diculik oleh roh jahat Wewe Gombel yang akan memperbudak anak tersebut.

"Jadi kalau ibu menelantarkan atau mengabaikan anak-anak, maka dengan mudah anak akan dicuri roh jahat tersebut. Begitu saya selalu diceritakan orang tua saat masih kecil," ungkap Joko mengenai legenda atau cerita rakyat Indonesia yang diangkat ke layar perak tersebut kemarin malam.

Baca: Tari Barong Bali Ikut Meriahkan Festival Internasional Sanriku Jepang

Baca: 5 Perawatan Wajah Wanita Jepang untuk Tampak Awet Muda, Termasuk Cuci Muka dengan Air Beras

Pengamatan Tribunnews.com, para penonton kebanyakan dari kalangan wanita kemungkinan karena temanya mengenai ibu rumah tangga dalam mencintai anaknya.

Film Omnibus karya HBO tersebut diramu bersama film Jepang "Tatami" yang bercerita mengenai pembunuhan anak oleh orang tuanya sendiri dan berakhir dengan "hilangnya" sang ibu "ditarik" ke dalam tatami ketika hendak membacok anaknya yang katanya dicintainya, setelah ayahnya meninggal dunia.

Sutradara Joko Anwar di antara dua poster promosi filmnya di Tokyo International Film festival (TIFF), Sabtu (2/11/2019).
Sutradara Joko Anwar di antara dua poster promosi filmnya di Tokyo International Film festival (TIFF), Sabtu (2/11/2019). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Anak yang hampir dibunuhnya tersebut menjadi bisu karena kaget menyaksikan saat kecil ayahnya memukuli dan membunuh kakaknya.

Lalu menjadi wartawan. Perjalanan hidupnya meliput kasus bunuh diri dan pembunuhan berakhir dengan kisahnya sendiri di mana dirinya juga nyaris dibunuh ibunya.

Para penggemar Jepang dapat bergabung gratis ke dalam WAG Pecinta Jepang, silakan email ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved