Kabinet Jokowi

Rocky Gerung Kaget Luhut Binsar Balik Jadi Menteri: Jangan Investasi, Menteri Maritim dan Intervensi

Rocky Gerung mengaku kaget dengan kembalinya Menteri Kelautan dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada Susunan Kabinet Presiden Jokowi.

Rocky Gerung Kaget Luhut Binsar Balik Jadi Menteri: Jangan Investasi, Menteri Maritim dan Intervensi
Channel Youtube Rocky Gerung Official
Rocky Gerung mengaku kaget dengan kembalinya Menteri Kelautan dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada Susunan Kabinet Presiden Jokowi. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung mengaku kaget dengan kembalinya Menteri Kelautan dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada Susunan Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sedangkan sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan juga menjadi menteri di bidang yang sama pada 2014-2019.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa (4/10/2019), Rocky Gerung terkejut lantaran Luhut Binsar Pandjaitan dinilai menteri yang bermasalah.

 Jadi Menhan, Prabowo Subianto Bisa Ambil Alih Kekuasaan Jokowi? Begini Penjelasan Rocky Gerung

"Sebenarnya saya terkejut, karena saya duga dulu bahwa Pak Luhut tidak akan lagi di dalam kabinet," ucap Rocky Gerung.

"Karena Luhut disebut LBP adalah menteri segala masalah, dan orang akhirnya melihat sebetulnya dia menjadi menteri yang menghasilkan segala masalah itu," tambahnya.

Sehingga, pria 60 tahun itu sempat menilai Luhut tak mungkin kembali ke kabinet Jokowi.

"Atas kalkulasi itu saya anggap enggak, tiba-tiba lagi-lagi ada di situ. Sekarang kita mau membaca apa yang menyebabkan Jokowi pada akhirnya harus mengundang Pak Luhut kembali dalam kabinet," katanya.

Menurut Rocky Gerung, kembalinya Luhut ke kabinet bukan karena keahliannya di dalam bidang Kemaritiman.

"Tentu kesan pertama publik adalah bahwa tidak orang lain yang bisa menggantikan fungsi LBP di dalam urusan politik Non Politik, jadi kasakl-kusuk politiknya itu keahlian Luhut," ujar Rocky Gerung.

Ia mengkritik bahwa Luhut bukan Menteri Investasi melainkan intervensi karena dianggap banyak terlibat dalam suatu permasalahan politik.

>>> Halaman Selanjutnya

Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved