UU KPK

Alasan Jokowi Tak Terbitkan Perppu KPK karena Menghormati MK, Pengamat: Itu Hanya Bahasa Politis

Jokowi menolak menerbitkan Perppu karena ingin menghormati proses uji materi di MK, menurut pengamat politik itu hanya bahasa politis dari Presiden

Alasan Jokowi Tak Terbitkan Perppu KPK karena Menghormati MK, Pengamat: Itu Hanya Bahasa Politis
Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV
Presiden RI, Joko Widodo menjelaskan mengenai Dewan Pengawas KPK dalam pertemuan dengan wartawan kepresidenan, Jumat (1/11/2019). 

UU KPK diusulkan Presiden dan DPR sudah disahkan di sidang paripurna.

"UU KPK diusulkan mulai dari Presiden, mulai dari DPR, kalau sama-sama setuju dalam pembahasan undang-undang, tiba-tiba Presidennya setelah disahkan di paripurna menolak UU itu dan terbitkan Perppu kan lucu," ungkap Agus.

Sehingga alasan jokowi untuk tidak menerbitkan perppu karena menghormati KPK hanyalah pernyataan politis saja.

"Kan sejak awal setuju masa dibuatkan perppu, yasudah uji aja ke MK kita tunggu kita hormati, itukan pernyataan politis yah, tidak ada mekanisme konstitusi seperti itu," ujar Agus.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menjelaskan kepada awak media untuk menghormati uji materi UU KPK yang masih berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (1/11/2019).

Artinya, Presiden Jokowi tidak berencana untuk membuat Perppu KPK.

"Jangan ada uji materi ditimpa dengan keputusan yang lain. Saya kira, kita harus tahu sopan santun dalam ketatanegaraan," terang Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Diketahui, demo mahasiswa pada bulan September 2019 lalu mengajukan beberapa tuntutan, di antaranya mendesak Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perppu KPK.

Baca: Mahfud MD Mengaku Dukung Perppu KPK, Tapi Tak Bisa Menentang Keputusan Presiden

Tujuan dari para mahasiswa untuk mendesak Jokowi mengeluarkan perppu adalah isi UU KPK hasil revisi yang diangap melemahkan KPK.

Dalam UU KPK hasil revisi terdapat dewan pengawas KPK yang menimbulkan pro dan kontra.

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved