Kompolnas Berharap Kabareskrim Pengganti Idham Aziz Berpengalaman Dalam Bidang Reserse

Teka-teki Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pengganti Jenderal Idham Azis hingga kini masih menjadi misteri.

Kompolnas Berharap Kabareskrim Pengganti Idham Aziz Berpengalaman Dalam Bidang Reserse
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Poengky Indarti 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teka-teki Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pengganti Jenderal Idham Azis hingga kini masih menjadi misteri.

Jabatan tersebut mengalami kekosongan setelah ditinggalkan Idham Azis menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti mengharapkan, Korps Bhayangkara lebih cermat memilih figur yang akan menduduki posisi Kabareskrim.

Sebab, kinerja Bareskrim kerap menjadi sorotan masyarakat.

Baca: Tito Karnavian Minta Bantuan Polri Telusuri Adanya Aliran Dana ke Desa Fiktif

Sebagaimana diketahui, kebijakan menunjuk dan mengangkat siapa yang akan menjabat sebagai Kabareskrim adalah kewenangan Kapolri.

Namun, dalam menentukannya, Kapolri harus mendengarkan usulan berdasarkan sidang Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi).

"Memang harus disadari penegakan hukum adalah yang paling menjadi sorotan masyarakat. Banyak laporan yang masuk ke Kompolnas rata-rata lebih dari 3.000 pengaduan pertahunnya adalah menyangkut kinerja Reserse," kata Poengky saat dihubungi, Rabu (6/11/2019).

Baca: Di Hadapan Anggota Komisi II DPR, Tito Karnavian Sampaikan 5 Rencana Strategis Kemendagri

Poengky mengatakan, Kabareskrim nantinya harus dipegang figur yang kompeten di bidangnya.

Terutama, harus memiliki pangkat dan jam terbang yang tinggi.

"Saya berharap Kabareskrim yang akan datang adalah perwira tinggi senior Polri yang berpengalaman di bidang reserse dan memiliki prestasi yang baik sesuai dengan merit system," ungkapnya.

Kabareskrim terpilih, kata dia, nantinya memiliki banyak pekerjaan rumah yang menjadi tuntutan masyarakat luas.

Baca: Johan Budi Tegur Tito Karnavian Saat Rapat di Komisi II DPR: Lain Kali Jangan Telat

Di antaranya menuntaskan kasus-kasus yang hingga saat ini masih terbengkalai.

"Mengingat tuntutan masyarakat yang sangat tinggi agar Reskrim mampu menangani dan menuntaskan kasus-kasus serta melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan mandiri," katanya.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved