Kisah M Sardjito yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional: Ubah Kandang Kuda Jadi Rumah Sakit

Karena keterbatasan fasilitas, Sardjito menggunakan kandang kuda Keraton Yogyakarta untuk diubah menjadi rumah sakit

Kisah M Sardjito yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional: Ubah Kandang Kuda Jadi Rumah Sakit
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Pahlawan Nasional Prof. Dr. M. Sardjito 

Saat menjabat Ketua PMI Bandung, Sardjito mengambil alih Institut Pasteur Bandung atas perintah Menteri Kesehatan saat itu yang dijabat Dr. Boentaran.

Ia pun langsung memindahkannya ke Klaten, Jawa Tengah, karena mendapatkan serangan dari tentara Inggris.

Saat itu, Sardjito mendirikan rumah sakit sederhana di rumahnya Desa Sedang Jimbung, Klaten serta menyediakan vaksin dan obat untuk mendukung kekuatan angkatan perang maupun rakyat pada 1946.

Seiring waktu berjalan serta kondisi saat itu, Sardjito kemudian memindahkan fakultas maupun rumah sakit dari Klaten dan Solo ke Yogyakarta.

Karena keterbatasan fasilitas, Sardjito menggunakan kandang kuda Keraton Yogyakarta untuk diubah menjadi rumah sakit.

Sementara, kamar-kamar abdi dalem Keraton, dimanfaatkan menjadi laboratorium dan pendopo Kadipaten Mangkubumen menjadi ruang kuliah.

Sardjito yang merupakan anak dari pasangan Sajit dan Karminah, juga terlibat dalam pendirian serta pengembangan beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Di antaranya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Jenderal Sudirman, dan Universitas Islam Indonesia.

Baca: Presiden Jokowi Akan Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada Enam Tokoh

Ia pun, merupakan rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Desember 1949-1961.

Tanda Kehormatan yang dimiliki Sardjito, yaitu :

1. Bidang Gerilya pada 1958

2. Bintang Mahaputera Utama pada 1961

3. Bintang Mahaputera Adipradana pada 1970

4. Satyalancana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan pada 1961

5. Satyalancan Karya Satya pada 1961

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved