Manuver Surya Paloh Jadi Simbol Perlawanan Terhadap Hegemoni Politik Megawati

manuver yang dilakukan Ketua Umum NasDem Surya Paloh merupakan bentuk perlawaan terhadap hegeomoni politik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati

Manuver Surya Paloh Jadi Simbol Perlawanan Terhadap Hegemoni Politik Megawati
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam di acara diskusi 'Potensi Konflik pada Pilkada 2020' di Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menduga, manuver yang dilakukan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh merupakan bentuk perlawaan terhadap hegeomoni politik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Surya Paloh kemarin itu, menemui PKS menemui besok katanya mau menemui Demokrat mau menemui PAN, bahasa saya itu adalah simbol perlawanan terhadap hegemoni politik Megawati," kata Umam di Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).

"Jelas. Clear. Siapa lagi. Kalau bukan ego Megawati yang ditantang," tambahnya.

Umam menduga, perlawan Surya Paloh merupakan bentuk kekecewaan karena Partai Gerindra dan Prabowo Subianto masuk ke dalam kabinet pemerintahan.

"itu sebenarnya ego, sebenernya tidak terlalu signifikan dia (NasDem) juga dapat 3 kursi (menteri,red), yang lain 3 kursi. Itu cuman karena Prabowo masuk kemudian nggak diajak komunikasi," ucap Umam.

Ia juga menduga, jika tidak ada komunikasi antara Surya Paloh dan Megawati, perlawan ini akan mengkristal hingga ke Pemilu 2024.

"Ya kalau misal tidak ada komunikasi yang memadai untuk mencairkan situasi Itu mengkristal. Makanya, tapi masih prematur," jelasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved