Mega dan Zulkifli Bertemu, Politisi PDIP Buka Peluang Koalisi dengan PAN di Pilpres

Kemungkinan itu terbuka lebar, seiring dengan rencana pertemuan antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Ketua Umum PDIP

Mega dan Zulkifli Bertemu, Politisi PDIP Buka Peluang Koalisi dengan PAN di Pilpres
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan di Sekolah Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP seluruh Indonesia di Bogor, Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengungkapkan, partainya membuka peluang berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam menyongsong pemilihan Presiden (pilpres) 2024.

Menurutnya, kemungkinan itu terbuka lebar, seiring dengan rencana pertemuan antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Pak Zul (Zulkifli Hasan) menyatakan demikian, karena memiliki banyak kesamaan visi, misi, dan platform antara PAN dan PDIP. Oleh karena itu wajar kalau beliau memprediksikan atau memproyeksikan atau merencanakan bahwa di 2024 akan ada satu koalisi kembali untuk mengusung calon presiden dan calon wakil presiden yang kemungkinan PAN akan bersama-sama dengan PDIP," kata Basarah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

"Pertemuan sudah dilaksanakan dan memang ada rencana Pak Zul akan menemui Bu Megawati. Tapi, karena kesibukan Ibu Mega dan juga kesibukan Pak Zul sendiri maka sampai sekarang belum terealisasi rencana pertemuan tersebut," imbuhnya.

Baca: Zulkifli Hasan akan Temui Megawati, DPP PDIP Ungkap Penyebab Pertemuan Ditunda

Basarah menambahkan, selama ini hubungan antara PDIP dengan PAN baik.

Menurutnya, niat PAN bergabung demi Pemilu 2024 masih cukup jauh, meskipun memang cukup terbuka.

Basarah menegaskan, PDIP saat ini juga masih fokus terhadap pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang baru saja berjalan.

"Tapi mari kita lihat, karena PDIP sekarang fokus untuk mendukung pemerintahan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan Pemilu 2024 masih cukup lama sehingga kita perlu membagi waktu untuk memberikan kesempatan kepada Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin menunaikan janji-janji politiknya dalam pemilu presiden kemarin," pungkas Basarah.

Penulis: chaerul umam
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved