Pengamat Politik Adi Prayitno Anggap Sindiran Jokowi ke Surya Paloh Menemukan Momentumnya

Pengamat Politik Adi Prayitno mengangap sindiran Jokowi ke Surya Paloh atas dasar pertemuan-pertemuan sebelumnya yang dilakukan Nasdem.

Pengamat Politik Adi Prayitno Anggap Sindiran Jokowi ke Surya Paloh Menemukan Momentumnya
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno dalam diskusi 'Demo Mahasiswa Aksi dan Substansi', di D'Consulate Cafe & Lounge, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Politik, Adi Prayitno mengatakan jika sindiran Jokowi ke Surya Paloh di dasarkan pertemuan politik sebelumnya.

"Pertemuan politik sebelumnya ada Teuku Umar-Gondangdia, salaman nggak jadi dan seterusnya," ujarnya dilansir YouTube KompasTV Jumat (8/11/2019).

Atas dasar inilah, sindiran Jokowi ke Surya Paloh menemukan momentumnya.

Ia menambahkan, tentang pelukan pesannya adalah Nasdem punya partner baru di luar partai koalisi.

Adi Prayitno melihat langkah politik Nasdem selama ini adalah satu proyek besar yang ingin dilakukan oleh Nasdem.

Pengamat Politik UIN Jakarta, Adi Prayitno.
Pengamat Politik UIN Jakarta, Adi Prayitno. (Chaerul Umam/Tribunnews.com)

"Merangkul begitu banyak partai yang bisa diajak kerjasama. Ini ada kaitannya dengan 2020, 2022 dan 2024," ungkapnya.

Menurutnya, langkah Nasdem ini dikarenakan ketidakpastian atau ketidakpuasan terhadap komposisi kabinet.

Maka dilakukan safari politik untuk membuat jangkar baru untuk menopang keputusan politik yang bisa dilakukan kedepan.

Nasdem Sempat Sebut Akan Menjadi Oposisi, Johnny G Plate Malah Dipanggil Presiden Jokowi

Ia beraanggapan ada dinamika tidak biasa di partai koalisi pemerintah.

Halaman
123
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved