Kasus Novel Baswedan

Sulit atau Mudah? Kontradiksi Pernyataan Pemerintah dan KPK soal Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Pemerintah dan KPK memiliki pandangan yang berbeda soal tingkat kesulitan penyelesaian kasus penyerangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan

Sulit atau Mudah? Kontradiksi Pernyataan Pemerintah dan KPK soal Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Novel Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus penyerangan yang menimpa Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih berlangsung hingga sekarang.

Dilansir TribunWow.com, Kamis (7/11/2019), muncul berbagai pernyataan yang berbeda soal tingkat kesulitan penyelesaian kasus Novel Baswedan.

Pemerintah di satu sisi mengatakan kasus Novel sulit untuk diselesaikan, sedangkan KPK menilai kasus Novel tidak begitu sulit untuk dipecahkan.

Berikut ini adalah sekumpulan pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan KPK soal tingkat kesulitan kasus Novel Baswedan.

1. Wakil Presiden Ma'ruf Amin Sebut Kasus Novel Sulit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan bukan sesuatu yang mudah.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (1/11/2019), Ma'ruf menjelaskan kasus yang menimpa Novel Baswedan tergolong sebagai kasus yang sulit untuk dipecahkan.

"Ada perkara kan yang tingkatnya tak begitu rumit. Sehingga mudah dipecahkan. Rupanya Novel itu agak tinggi," ujar Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Wakil Presiden Jokowi tersebut menjelaskan pelaku penyerangan Novel Baswedan menurutnya sangat pintar.

"Sehingga upaya membentuk tim pencari fakta, sehingga belum ketemu secara cepat, sehingga perlu terus digali. Jadi ternyata pelakunya sangat pintar sekali," ujar Ma'ruf.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved