Tim Pertamina Internasional EP Raih Penghargaan Inovasi di Jerman

Sistemmenjamin kemudahan dan keamanan data karena hasil analisa dan pemrosesan di server

Tim Pertamina Internasional EP Raih Penghargaan Inovasi di Jerman
Dok. INNOPA
Tim Pertamina Innovation setelah menerima penghargaan di Jerman (5/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produk Inovasi buatan PT Pertamina Internasional EP yakni Automatic Data Extraction & Database Management System meraih Special Prize di International Trade Fair Ideas Inventions New Products (iENA) tanggal 31 Oktober – 3 November di Nuremberg Exhibition Hall.

Kehadiran PT Pertamina Internasional EP di International Trade Fair Ideas Inventions New Products (iENA) diinisiasi Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).

iENA merupakan salah satu event pameran inovasi tertua dan terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh AFAG Messen und Ausstellungen GmbH yang didukung oleh International Federation of Inventors Association (IFIA), the German Patent and Trade Mark Office, the Association of German Engineers (VDI) dan juga the German Inventors’ Association (DEV). 

Sekitar 30.000 penemuan telah dipresentasikan selama 70 tahun terakhir dan pada tahun ini lebih dari 800 Inovasi dipamerkan diajang iENA 2019. 

Baca: Saat Soeharto Diganggu Demo Anarkis di Jerman, Ajudan Siaga Pistol Sudah di Tangan, Lihat Endingnya

Kegiatan iENA diikuti oleh lebih dari 30 negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, China, Korea Selatan, Srilanka, India, Iran, Iraq, Lebanon, Saudi Arabia, Oman, Turkey, Angola, Rusia, Polandia, Austria, Bosnia, Republik Ceko, Kroasia, German dan beberapa negara Eropa bagian lainnya. 

International Trade Fair iENA para innovator atau peserta memiliki peluang yang cukup besar untuk mempresentasikan produk inovasinya kepada para costumer yang potensial untuk menerima masukan sebelum meluncurkan produknya ke pasar. 

Megaria Agustina , Director International Partnership INNOPA menyatakan, tim yang terdiri atas Akbar Yudha Putera, Dharmawan Raharjo, Irwanto Saputro, Lusiana Safitri, Mohamad Heru Prasetyo mempresentasikan produk Automatic Data Extraction & Database Management System.

Baca: Jelajahi Budaya-Budaya di Seluruh Dunia di Hari Museum Nasional

Produk ini merupakan sebuah system yang memiliki kemampuan untuk melakukan auto data extraction dari berbagai macam source of data (email, pdf, html, text file, excel, etc), auto data processing, auto data integration.

Juga auto data analysis dengan menggunakan artificial intelligence dan data presentation menggunakan platform GIS yang dapat menampilkan data dengan cara yang lebih menarik yaitu multifunction dashboard. 

“Dari hasil tampilan data tersebut, keputusan dapat diambil manakala lokasi yg dituju aman untuk melakukan pengeboran atau tidak. Metode ini dapat melakukan penghematan biaya sekitar 2,9 Juta Dollar AS,” katanya. 

Dengan mengimplementasikan system ini, pengeboran yg dilakukan dapat dilakukan dengan lebih tepat, lebih hemat, dan lebih aman karena sistem telah mempertimbangkan letak pengeboran antara kondisi landscape bumi dan titik kemungkinan terjadinya bahaya geografi (angin, banjir dan lain lain lain) sehingga dapat melakukan cost opportunity of saving sebesar 14 juta USD untuk 1 pengeboran.

Sistem ini juga menjamin kemudahan dan keamanan data karena hasil analisa dan pemrosesan data di lakukan di server, sehingga data integrity & data consistency dapat terjaga dengan baik. 

Selain itu proses service & maintenance bagi sistem ini sangat mudah untuk dilakukan, karena sistem ini telah di disain secara modular sehingga memudahkan untuk dilakukan trackable system dalam proses service and maintenance.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved