Dokter Ungkap Dugaan Mengapa Mata Kiri Novel Baswedan Alami Kerusakan Parah, Ini Analisisnya
Seorang dokter menganalisis kerusakan pada penglihatan Novel Baswedan. Terungkap dugaan mengapa kondisi mata kiri lebih parah dari mata kanan.
TRIBUNNEWS.COM - Dua tahun sudah kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bergulir.
Namun sampai saat ini, kasus tersebut belum juga menemui titik terang.
Pelaku penyiraman air keras bahkan belum juga berhasil diungkap.
Penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada Selasa 11 April 2017 lalu.
Melansir dari Kompas.com, Saat itu Novel sedang berjalan menuju rumahnya setelah menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Cairan itu tepat mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak.
Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi.
Novel juga tak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya.
Bahkan kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan dituding hanya rekayasa.
Seorang dokter mencoba menganalisis kerusakan yang terjadi pada mata Novel Baswedan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/najwa-shihab-dan-cak-nun-peringatan-2-tahun-kasus-novel-baswedan_20190412_091015.jpg)