Surya Paloh Tegaskan NasDem-PDIP Bersahabat

Surya menegaskan, PDIP bersahabat dengan NasDem, sehingga tak ada saling menyinggung.

Surya Paloh Tegaskan NasDem-PDIP Bersahabat
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di sela-sela acara Kongres II Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memastikan PDI Perjuangan tidak tersinggung terkait sindiriannya soal partai nasionalis dan pancasilais.

Surya menegaskan, PDIP bersahabat dengan NasDem, sehingga tak ada saling menyinggung.

"Nggak (tersinggung,red), PDIP kan sahabat. Kita bersahabat dengan semuanya. Untuk apa saling menyinggung, salah lagi kita," kata Surya Paloh di sela-sela acara Kongres II Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).

Surya Paloh pun membantah ucapannya terlalu emosional saat berbicara tentang partai Pancasilais.

Baca: NasDem Akan Bertemu PAN dan Demokrat Akhir November

Menurutnya, justru Pancasila adalah alat pemersatu bangsa Indonesia.

"Nggaklah, kalau Pancasila kita anggap emosional, ya siapa yang nggak marah bangsa ini. Mana mungkin, Pancasila alat pemersatu ideologi kita," jelas Paloh.

Sebelumnya, Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai Ketua Umum NasDem Surya Paloh terlalu emosional terkait pernyataan ada partai pancasilais namun saling curiga dan mengajak berkelahi satu sama lain.

Baca: Politikus PDIP Nilai Surya Paloh Terlalu Emosional Singgung Partai Pancasilais

Pernyataan Paloh tersebut dilontarkan dalam pembukaan Kongres NasDem pada Jumat (8/11/2019) malam.

Awalnya, Paloh curhat tentang adanya pihak yang mencurigai makna di balik rangkulan eratnya terhadap Presiden PKS Sohibul Iman dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Pancasila.

"Ini berawal dari sindiran Pak Jokowi soal kemesraan pelukan antara Pak SP (Surya Paloh) ketum Nasdem dan SI (Sohibul Iman) ketum PKS yang mungkin lebih pada ekspresi kedekatan perkawanan antar elit yang kemudian ditafsirkan berbagai pihak dengan berbagai interpretasi, terutama mengarah ke 2024," kata Andreas melalui keterangannya, Sabtu (9/11/2019).

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved