Ade Irma: Ketika PDIP Membawa Gerindra toh Kami Tidak Protes

Ketua DPP partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengajak semua pihak untuk menjalin kepercayaan satu sama lain.

Ade Irma: Ketika PDIP Membawa Gerindra toh Kami Tidak Protes
Lusius Genik/Tribunnews.com
Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan safari politik yang dilakukan Surya Paloh bertujuan untuk membangun koalis 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengajak semua pihak untuk menjalin kepercayaan satu sama lain.

Permintaan ini menyusul isu NasDem akan membangun poros baru di luar partai koalisi yang santer terdengar di telinga publik.

"Ayolah kita bangun kepercayaan satu dengan yang lainnya dan jangan lagi saling curiga karena kami melihat ketika PDIP membawa Gerindra toh kami juga tidak protes," kata Irma saat ditemui di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).

Baca: Nasdem Minta 4 Syarat ke Bakal Calon Kepala Daerah yang Minta Dukungan di Pilkada 2020

Baca: NasDem Akan Bertemu PAN dan Demokrat Akhir November

Baca: Saat Rocky Gerung Sebut Jokowi Ingin Bangun Dinasti Sendiri, Gerindra & PDIP akan Jadi Blok Oposisi

Petinggi partai Nasdem itu mengatakan, niat baik Jokowi mengajak Prabowo membangun bangsa tidak menjadi persoalan bagi pihaknya.

Namun, begitu NasDem menjalin hubungan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kecurigaan timbul dan ini membuat Irma heran bukan kepalang.

"Kami tak persoalkan keputusan tersebut karena itu bagian dari niat baik ak presiden dan niat baik Prabowo untuk bersama-sama membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Namun, kenapa kemudian ketika kita berkomunikasi dengan PKS untuk bisa juga menjadi partner konsultasi menjadi masalah?," tanya Irma menunjukkan keheranannya.

Irma menjelaskan safari politik yang dilakukan Surya Paloh merupakan upaya mengkonsolidasikan partai-partai di luar koalisi.

Menurutnya, selain safari politik merupakan inisiatif NasDem, hal tersebut perlu dilakukan agar partai yang berdiri sebagai oposisi pemerintah dapat memberikan kritik yang konstruktif.

"Jadi sebenarnya nasdem ambil inisiatif untuk membantu presiden dengan mengkonsolidasikan partai-partai yang berada di luar. 

"Nah kalau misalnya teman-teman di luar partai koalisi itu melakukan check and balance yang konstruktif, solutif, dan elegan tentu ini akan membantu presiden," ujar Irma Suryani Chaniago.

Alasannya, NasDem tidak ingin partai di luar koalisi melakukan kritik yang serampangan dan tidak konstruktif bagi kemajuan bangsa.

"Sehingga tidak terjadi yang namanya misalnya kalau ada kritisi iti kritisi yang sangat keras, kita tak ingin itu terjadi," kata Irma.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved