Sebut Dukung Jokowi Hingga 2024, NasDem Tetap Bangun Koalisi Parpol untuk Lakukan Check and Balance

Menurutnya tetap penting bagi NasDem menjalin komunikasi politik di luar koalisi guna melakukan pengawasan terhadap pemerintah.

Sebut Dukung Jokowi Hingga 2024, NasDem Tetap Bangun Koalisi Parpol untuk Lakukan Check and Balance
Lusius Genik/Tribunnews.com
Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan safari politik yang dilakukan Surya Paloh bertujuan untuk membangun koalis 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan safari politik yang dilakukan Surya Paloh bertujuan untuk membangun koalisi antar partai politik (parpol).

Mulanya Irma menjelaskan, NasDem sampai detik ini tetap mendukung Joko Widodo (Jokowi) hingga masa kepemimpinannya habis pada tahun 2024 mendatang.

Meski demikian, menurutnya tetap penting bagi NasDem menjalin komunikasi politik di luar koalisi guna melakukan pengawasan terhadap pemerintah.

"Kami ini mendukung pak jokowi itu tidak berhenti sampai dengan pembagian kursi kabinet saja jadi tanggung jwb nasdem itu sampai dengan 2024, maka kemudian NasDem tetap harus membangun koalisi, bukan cuma di dalam, tapi di luar juga harus kita bangun komunikasi kepada teman-teman parpol untuk melakukan check and balance," ujar Irma saat ditemui di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).

Baca: Kader Nasdem Usulkan Surya Paloh Maju Nyapres di 2024

Baca: 34 DPW Aklamasi Pilih Surya Paloh Pimpin NasDem Lagi

Baca: Surya Paloh Balas Candaan Jokowi: Hubungan Rangkulan Dimaknai Kecurigaan

Harapan komunikasi politik yang dibangun NasDem dengan partai di luar koalisi ialah agar oposisi dapat melakukan check and balance yang konstruktif, solutif, dan elegan sehingga berguna bagi presiden.

"Sehingga tidak terjadi yang namanya misalnya kalau ada kritisi itu kritisi yang sangat keras, kita tak ingin itu terjadi," ujarnya.

Selain itu, fungsi check and balance menurut Irma dapat menampik rasa cemas publik akan pemerintahan yang otoriter.

Oleh karena itu NasDem melakukan komunikasi politik dengan parpol di luar koalisi guna membantu presiden dalam menjalankan tugasnya, terutama melalui kritik yang konstruktif dari pihak oposisi Jokowi.

"Check and balance diperlukan agar pemerintahan kita ini menjadi lebih demokratis karena apa? Karena pemerintah yang absolut dikawatirkan akan menjadi otoriter, maka kita butuh check and balance, tetapi check and balance ini kan perlu diajak komunikasi supaya kerja presiden dan pemerintahan itu menjadi lebih soft, menjadi lebih baik dengan mengajak mereka (oposisi) komunikasi yang intensif dan positif," tandas Irma.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved