Eks Ketum soal Manuver NasDem: Dinilai Memalukan Hingga Diduga Karena Jaksa Agung Diganti

"Makin tidak bisa dipahami jika manuver itu adalah bentuk kemarahan pimpinan Partai NasDem karena kehilangan kursi jaksa agung," katanya

Eks Ketum soal Manuver NasDem: Dinilai Memalukan Hingga Diduga Karena Jaksa Agung Diganti
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Patrice Rio Capella menjalani sidang lanjutan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2016). Rio Capella menjadi saksi untuk terdakwa Gubernur Sumatera Utara non-aktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti yang didakwa menyuap Rio Capella sebesar Rp200 juta melalui Fransisca guna memudahkan pengurusan penyelidikan perkara yang ditangani Kejaksaan Agung. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella menyatakan manuver Ketua Umum Surya Paloh melanggar norma dan etika dalam berpolitik.

Sebab, Surya Paloh melakukan pertemuan dengan pimpinan partai oposisi, yaitu Presiden PKS Sohibul Iman.

Baca: Eks Ketua Umum Nasdem Kecewa Surya Paloh Beri Panggung ke Anies Baswedan Saat Pembukaan Kongres

Padahal, kata Capella, Partai NasDem merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi - Maruf Amin.

"Manuver itu sangat memalukan karena Partai NasDem seolah seperti perusahaan milik pribadi yang menyongsong kepentingan politik," ucap Capella di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019).

"Makin tidak bisa dipahami jika manuver itu adalah bentuk kemarahan pimpinan Partai NasDem karena kehilangan kursi jaksa agung dalam Kabinet Indonesia Maju," imbuh dia.

Kata Capella, Partai NasDem seharusnya sadar, pembentukan kabinet adalah hak prerogatif presiden dan tidak bisa diatur siapapun.

"Dan menurut saya presiden sudah tepat menunjuk jaksa agung sekarang karena bukan kader partai politik dan jaksa agung saat ini merupakan jaksa karier sehingga tahu persis mengelola institusi kejaksaan secara benar," katanya.

Melenceng dari Identitas

Patrice Rio Capella menyebut partai bekas asuhannya, yakni NasDem telah menjadi restoran politik.

Mantan terpidana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyatakan demikian karena menurutnya, Partai NasDem saat ini sudah melenceng jauh dari semangat awal pendirian.

Baca: Fadjroel Rachman Bantah Jokowi Sindir Pelukan Surya Paloh dan Sohibul Iman: Itu Humor Persahabatan

Baca: Pelukannya dengan Sohibul Iman Disinggung Jokowi, Surya Paloh: Bangsa Ini Capek dengan Kecurigaan

Baca: Surya Paloh Pastikan Presiden Jokowi Tutup Kongres II Nasdem Senin Mendatang

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved