Koalisi Relawan Jokowi Tolak Penambahan 6 Kursi Wakil Menteri Usulan Moeldoko

Tanpa alasan yang jelas, rakyat akan melihat penambahan 6 wakil menteri hanyalah cara untuk bagi-bagi kekuasaan semata.

Koalisi Relawan Jokowi Tolak Penambahan 6 Kursi Wakil Menteri Usulan Moeldoko
HANDOUT
Direktur Eksekutif Rumah Nawacita, Raya Desmawanto MSi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan sejumlah kelompok relawan Jokowi di Pilpres 2019 menolak usulan penambahan sebanyak 6 wakil menteri seperti disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Rencana penambahan wakil menteri tersebut dinilai tidak penting. Pemerintah kabinet baru Jokowi-Maruf Amin seharusnya lebih fokus ke reformasi internal birokrasi kementerian dan lembaga negara secara sungguh-sungguh ketimbang menambah kursi wakil menteri.

"Kami menolak rencana adanya tambahan 6 wakil menteri dari yang sebelumnya sudah dilantik sebanyak 12 orang. Untuk apalagi ada tambahan wakil menteri," kata Direktur Eksekutif Rumah Nawacita, Raya Desmawanto MSi. 

Dia mengatakan, rakyat saat ini lebih membutuhkan perubahan cepat di sektor birokrasi, ketimbang tambahan kursi untuk elit-elit baru birokrasi yang dikhawatirkan makin membuat panjangnya rantai birokrasi di kementerian.

Karena itu, ketimbang menambah daftar wakil menteri, Presiden Jokowi seharusnya memperkuat keberadaan inspektorat jenderal (irjen) di seluruh kementerian dan lembaga negara.

"Rumah Nawacita meminta agar inspektorat jenderal bisa melakukan fungsi pengawasan yang kuat dan berwibawa terhadap jajaran birokrasi kementerian dan lembaga negara.

"Keberadaan inspektorat jenderal (Irjen) mestinya diperkuat dan makin bertaji. Irjen mestinya memegang kendali reformasi internal kementerian. Irjen harus diperkuat dan fungsinya menerima pengaduan rakyat yang dizolimi oknum birokrasi," ujarnya.

"Pengaduan rakyat jangan diendapkan begitu saja, namun harus ada batas waktu penanganan, agar rakyat tak menunggu tanpa kepastian. Jadi ketimbang menambah wakil menteri, lebih baik Pak Presiden memperkuat fungsi irjen di seluruh kementerian dan lembaga negara," tegas Raya. 

Raya Desmawanto menambahkan, Rumah Nawacita merupakan eks organ Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) yang terdaftar resmi di Tim Kampanye Nasional (TKN) #01 saat pilpres lalu.

Menurut Raya, Presiden Jokowi harus meninjau ulang dan mengurungkan rencana penambahan wakil menteri.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved