KPK Cecar Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Soal Pencalonan Mustafa Dalam Pilgub Lampung

Tim penyidik mencecar Sri Widodo mengenai pencalonan Mustafa dalam Pemilihan Gubernur Lampung pada 2018 lalu.

KPK Cecar Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Soal Pencalonan Mustafa Dalam Pilgub Lampung
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Senin (11/11/2019).

Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencecar Sri Widodo mengenai pencalonan Mustafa dalam Pemilihan Gubernur Lampung pada 2018 lalu.

Termasuk mengenai mahar politik yang dikeluarkan Mustafa untuk mendapat dukungan dari DPD Partai Hanura Lampung yang ketika itu dipimpin Sri Widodo.

"Yang bersangkutan diperiksa terkait biaya pencalonan tersangka (Mustafa) sebagai calon Gubernur Bandar Lampung di Pilkada 2018 dari Partai Hanura," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Chrystelina G Sitompul di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Baca: Istri Wali Kota Medan Nonaktif Bungkam Usai Diperiksa KPK Selama 8 Jam

Diketahui, DPD Hanura Lampung yang saat itu dipimpin Sri Widodo bersama Partai Nasdem dan PKS mendukung pasangan Mustafa dan anggota DPD yang juga kader PKS, Ahmad Jazuli dalam Pilgub 2018.

Namun, saat memasuki masa kampanye, KPK menetapkan Mustafa sebagai tersangka dan menahannya pada 16 Februari 2018.

Mustafa ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018 bersama Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

Terkait kasus tersebut Mustafa divonis 3 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca: Blak-blakan, Luhut Binsar Beri Komentar soal KPK: Jangan OTT Doang, Korupsi Rp 50 Juta Aja Ditangkap

KPK terus mengembangkan kasus ini dan kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved