KPK Periksa Istri Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin

Rita adalah istri dari Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin. Tengku merupakan tersangka penerima suap dalam kasus ini.

KPK Periksa Istri Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rita Maharani Dzulmi Eldin dalam perkara dugaan suap proyek dan jabatan di Pemerintah Kota Medan tahun 2019.

Rita adalah istri dari Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin. Tengku merupakan tersangka penerima suap dalam kasus ini.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IA (Isa Ansyari, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Medan)," kata Plh Kepala Biro Humas KPK Chrystelina G Sitompul kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Selain istri Tengku, penyidik juga memeriksa saksi lainnya untuk Isa, yakni Direktur PT Kani Jaya Sentosa Yamitema T Laoly.

Dalam perkara ini, Dzulmi Eldin diduga menerima sejumlah uang dari Kadis PUPR Isa Ansyari. Pertama, Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Pemberian pertama terkait suap jabatan lantaran Dzulmi Eldin telah mengangkat Isa sebagai kepala dinas. Pemberian kedua terkait perjalanan dinas Dzulmi Eldin ke Jepang yang juga membawa keluarganya.

Pada Juli 2019, Dzulmi Eldin melakukan perjalanan dinas ke Jepang didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Perjalanan dinas dilakukan dalam rangka kerja sama 'sister city' antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang.

Dalam perjalanan dinas tersebut, di luar rombongan Pemerintah Kota Medan, Dzulmi Eldin mengajak serta istri, dua anak, dan beberapa orang lainnya yang tidak berkepentingan.

Keluarga Dzulmi Eldin bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar waktu perjalanan dinas. Selama masa perpanjangan tersebut, mereka didampingi Kasubbag Protokol Pemerintah Kota Medan Syamsul Fitri Siregar.

Selain Tengku Dzulmi Eldin, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yaitu sebagai pemberi Isa Ansyari selaku Kepala Dinas PUPR Kota Medan dan Syamsul Fitri Siregar selaku Kepala Bagian Protokoler Kota Medan. Sebelum ditetapkan tersangka, mereka terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved