Rizieq Shihab Pulang

PA 212 Singgung Cuitan Denny Siregar Terkait Gagal Pulangnya Habib Rizieq Shihab

Slamet Ma'arif, menduga kegagalan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, pulang ke Indonesia karena hambatan dari pihak Indonesia.

PA 212 Singgung Cuitan Denny Siregar Terkait Gagal Pulangnya Habib Rizieq Shihab
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif di Kantor DPP FPI, Petamburan, Jakarta Barat, Senin (11/11/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif, menduga kegagalan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, pulang ke Indonesia karena hambatan dari pihak Indonesia.

Dugaan tersebut, menurut Slamet diketahui dari cuitan akun @DennySiregar7 yang disebut sebagai buzzer penguasa.

"Ini dapat kita lihat dari postingan salah satu buzzer penguasa yang menyatakan bahwa IB HRS memang diskenariokan untuk diasingkan," ujar Slamet di Kantor FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Baca: Fadli Zon Duga Dicekalnya Habib Rizieq Shihab Karena Ada Pesanan

Cuitan akun @DennySiregar7 tersebut berbunyi: "Nama Rizieq Shihab sekarang meredup dan kayaknya dilupakan ya Dahsyat memang hukuman @jokowi. Orangnya ga ditangkap, tapi terasing sendiri".

Menurut Slamet, Habib Rizieq Shihab dipersepsikan sebagai musuh yang keberadaannya tidak diinginkan di tanah air.

"Pihak yang memberikan hambatan tersebut selalu mempersepsikan IB HRS sebagai musuh yang keberadaannya tidak diinginkan di Indonesia," ucap Slamet.

Seperti diketahui, Habib Rizieq Shihab membeberkan bahwa dirinya tidak dapat kembali ke Indonesia karena dicekal.

Baca: Keluarga: Habib Rizieq Shihab Dicekal Setelah Reuni 212

Hal tersebut disampaikan oleh Rizieq Syihab melalui video di kanal Youtube FRONT TV yang diunggah pada Jumat (8/11/2019).

Video tersebut berjudul "SAMBUTAN HABIB RIZIEQ SYIHAB PADA ACARA MAULID NABI MUHAMMAD SAW DPP FPI".

Halaman
1234
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved