Kabinet Jokowi

Sempat Minta Maaf Soal Kabinet, Kini Jokowi Berniat Menambah Jumlah Wakil Menteri

Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan menambah jumlah kursi wakil menteri (wamen).

Sempat Minta Maaf Soal Kabinet, Kini Jokowi Berniat Menambah Jumlah Wakil Menteri
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai memimpin upacara ziarah nasional dalam rangka Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11/2019). 

"Mengenai orang, mengenai kapan itu presiden yang akan menentukan tetapi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) (Pratikno) yang akan memprosesnya," kata Fadjroel.

Saat ditanya mengenai potensi wakil mendikbud yang berasal dari Muhammadiyah, Fadjroel berdalih jika penunjukkan wamen hanya dilihat dari tugasnya.

"Pada intinya adalah sesuai dalam perpres yaitu tugas, jadi dilihat pada tugasnya saja dan tidak dilihat dari siapa, berasal dari mana gitu ya, karena semuanya disesuaikan dengan tugas yang ditetapkan di dalam perpres," tutur Fadjroel.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi sempat meminta maaf atas ketidakmampuannya dalam mengakomodir semua masukan dan permintaan dalam penyusunan Kabinet Indonesia Maju.

Hal ini disampaikan Jokowi selang dua hari setelah pengumuman dan pelantikan para menteri.

Baca: Tak Hadiri Upacara Hari Pahlawan Bersama Jokowi, Menteri Pertahanan Prabowo Pilih Lakukan Ini

Bahkan, tagar Jokowi minta maaf #JokowiMintaMaaf pun sempat menjadi trending.

"Oleh sebab itu saya sadar, mungkin yang senang karena terwakili dalam kabinet itu hanya 34 orang yang dilantik, yang kecewa berarti lebih dari 266 orang," ujar Jokowi dalam tayangan yang diunggah YouTube KOMPASTV, Sabtu (26/10/2019).

"Jadi saya mohon maaf tidak bisa mengakomodir semuanya, karena ruangnya hanya 34," kata Jokowi.

Dari 304 nama yang diajukan, Jokowi hanya bisa memilih 34 menteri dan 12 wakil menteri.

Sejalan dengan itu, banyak pihak yang menilai ada catatan penting terkait nama-nama di Kabinet Indonesia Maju.

Meskipun sejatinya hal itu adalah hak prerogatif presiden dan wakil presiden dalam memilih dan menentukan siapa yang dipercaya untuk membantunya dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan.(*)

(Tribunnews/Nanda Lusiana Saputri)

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved