Tersangka Swasta Kasus Suap Impor Bawang Putih Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi

Surat tertanggal 10 November 2019 yang diberikan kepada wartawan sejumlah tiga lembar yang diketik dengan komputer.

Tersangka Swasta Kasus Suap Impor Bawang Putih Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pihak swasta, Elviyanto mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/8/2019). KPK menahan enam orang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019 dengan barang bukti uang 50 ribu dolar Amerika serta bukti transfer sebesar Rp2,1 miliar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Tersangka kasus dugaan suap izin kuota impor bawang putih sekaligus pengusaha Elviyanto, Denny Latief, menyerahkan surat terbuka yang ditulis kliennya kepada wartawan untuk dipublikasikan usai sidang praperadilan di Pengadilam Negeri Jakarta Selatan pada Senin (11/11/2019).

Surat tertanggal 10 November 2019 yang diberikan kepada wartawan sejumlah tiga lembar yang diketik dengan komputer.

Surat tersebut ditujukan untuk Presiden RI Joko Widodo, para pengusaha, dan para pemangku kepentingan untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Baca: Novel Baswedan Diserang Dewi Tanjung dan OC Kaligis, Gempuran Terhadap KPK?

Berikut kutipan awal surat tersebut:

"Salam indonesia kerja.

Sejak tanggal 7 Agustus 2019 KPK telah menjadikan saya TERSANGKA, dengan tuduhan bahwa saya terkait dengan keberadaan mafia bawang putih internasional."

Kemudian Elviyanto melanjutkan dengan mengungkapkan alasannya memilih menjadi pengusaha karena mengaku dilarang untuk bekerja sebagai birokrat atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Karenanya, ia ingin menjadi pengusaha sukses sehingga kebanggaan keluarga dan menjadi pengusaha yang dapat dibanggakan oleh bangsa indonesia.

"Nampaknya cita-cita saya itu hampir saja putus akibat dari JEBAKAN DAN ATAU REKAYASA  YANG DILAKUKAN KPK MELALUI PERKARA INI yakni dengan MENKRIMINALISASI SAYA dan sekaligus menahan saya," tulis Elviyanto.

Padahal menurut Elviyanto, ia yakin bahwa transaksi bisnis yang ia lakukan dengan tersangka Dodi dan Zulfikar adalah murni transaksi dagang (Perdata Murni) yang dilakukan antara pihak swasta dan swasta.

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved