Tersangka Swasta Kasus Suap Impor Bawang Putih Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi

Surat tertanggal 10 November 2019 yang diberikan kepada wartawan sejumlah tiga lembar yang diketik dengan komputer.

Tersangka Swasta Kasus Suap Impor Bawang Putih Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pihak swasta, Elviyanto mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/8/2019). KPK menahan enam orang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019 dengan barang bukti uang 50 ribu dolar Amerika serta bukti transfer sebesar Rp2,1 miliar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"Bukti dari transaksi yang dianggap KPK sebagai hasil OTT jelas itu BUKAN MERUPAKAN hadiah ataupun suap, MELAINKAN, adalah FEE PENGURUSAN TERKAIT adanya Kesepakatan antara saudara Dodi dengan saya, dimana uang muka ataupun uang oprasional yang ditransfer sesuai dengan arahan saya itu akan saya kembalikan bilamana saya gagal mengurus kuota impor bawang putih itu," tulis Elviyanto.

Ia mengatakan, dari Kesepakatan itu nampak jelas adanya kekhawatiran darinya dan Dodi akan potensi kegagalan pengurusan kuota bawang putih itu.

"Saya rasakan setelah karenaa I Nyoman Dhamantra yang saya harapkan sangat membantu ternyata MENOLAK PERMINTAAN saya untuk membantu mengurus import bawang putih tersebut. Hal itulah yang melatar belakangi saya sehingga saya menyepakati pengembalian uang bila mana saya tidak sanggup atau gagal mengurus kuota import bawang putih sesuai permintaan Saudara Dodi," tulis Elviyanto.

Ia menilai konstruksi Dakwaan KPK terlihat aneh dan dipaksakan.

Hal itu karena menurutnya telah mentersangkakannya dalam kaitannya sebagai Pelaku Penerima hadiah atau suap.

"Bagaimana mungkin transksi dengan kesepakatan adanya kewajiban mengembalikan uang muka apabila pengurusan import bawang putih itu gagal, di anggap sebagai hadiah atau suap? Bilamana itu benar hadiah atau suap pasti tidak ada kewajiban untuk mengembalikan uang muka tersebut," tulis Elviyanto.

Baca: Polda Metro Jaya Tidak Hadir, Sidang Praperadilan Enam Aktivis Papua Ditunda

Ia berpendapat, dakwaan jaksa KPK prematur karena adanya pengembalian dana tersebut.

"Tapi yang paling penting DALAM PERKARA INI adalah TIDAK ADANYA keterlibatan Penyelenggara Negara di dalam pengurusan kuota import bawang putih itu, saya pastikan dengan mengangkat sumpah bahwa sejak awal Saudara I Nyoman Dhamantra tidak terlibat karena sejak awal dia telah Menolak membantu sehingga jelas TIDAK ADA PERAN APAPUN DARI I NYOMAN DHAMANTRA dan ini jelas urusan Saya dengan Dodi," tulis Elviyanto.

Ia pun menyebut dakwaan KPK terhadapnya adalah dongeng.

Selain itu ia juga mengatakam bahwa dirinyabdan adiknya yang juga tersangka dalam kasus tersebut, Mirawati Basri, tidak ada hubungannya dengan impor bawang putih yang dilakukan oleh tersangka Afung atau perusahaannya di tahun 2018.

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved