Partai Gelora

Fahri Hamzah Bentuk Partai Baru Bernama Gelora, Pengamat Politik: Namanya Agak Funky

Fahri Hamzah menjadi pengusung partai baru bernama Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora. Pengamat politik, Adi Prayitno ikut berkomentar.

Fahri Hamzah Bentuk Partai Baru Bernama Gelora, Pengamat Politik: Namanya Agak Funky
Screenshot YouTube Kompas TV
Dua mantan kader PKS, Anis Matta dan Fahri Hamzah menjadi pengusung partai politik baru bernama Partai Gelora. Analis politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno berkomentar mengenai partai ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Fahri Hamzah membeberkan beberapa persoalan dalam tubuh PKS sehingga ia mundur dan membuat partai baru bernama Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora).

Dalam wawancara di Program Sapa Indonesia Pagi, Senin (11/11/2019) Fahri Hamzah mengatakan kekecewaannya karena sulit berdialog dalam rapat di PKS.

"Mungkin publik perlu tahu dari waktu ke waktu, kita di PKS itu susah membangun dialog ya, banyak hal yang dilakukan pimpinan tidak boleh dipertanyakan sampai saya menghadapinya," ujar Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, PKS saat ini seperti mesin karena tidak ada dialog bahkan dalam pemecatannya sekalipun.

"Direkayasa dalam satu pemecatan yang tidak ada dasarnya tapi seperti itulah partai seperti mesin, tidak ada dialog dan karenanya yang mengalami seperti itu di PKS itu banyak sekali," ujarnya dalam tayangan KompasTV pada Senin (11/11/2019).

Kebanyakan anggota pengusung Partai Gelora adalah mantan elite PKS seperti Anis Matta, Fahri Hamzah dan Mahfudz Siddiq.

Partai yang didirikan pada 28 Oktober 2019 ini sengaja diumumkan deklarasinya pada 10 November 2019, bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Dalam kesempatan yang sama, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno berkomentar atas dibentuknya dan filosofi dari Partai Gelora.

Ketum Partai Gelora Anis Matta dan Waketum Fahri Hamzah di acara syukuran Partai Gelora, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019)
Ketum Partai Gelora Anis Matta dan Waketum Fahri Hamzah di acara syukuran Partai Gelora, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019) (Ilham Rian Pratama)

Adi menjelaskan jika survei yang dilakukannya menunjukan bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang tidak merasa dekat dan bahkan anti terhadap partai.

"Survei terbaru saya menunjukan party id atau orang yang merasa dekat dengan partai politik tertentu itu jumlahnya hanya sekitar 30 %. Itu artinya ada sekitar 70% rakyat di Indonesia yang tidak merasa dekat dengan partai tertentu bahkan anti terhadap partai," jawabnya dalam tayangan KompasTV itu.

Halaman
12
Penulis: Inza Maliana
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved