Prabowo Diminta Lanjutkan Program Bela Negara Ryamizard Ryacudu

Menurutnya program tersebut merupakan satu di antara strategi yang dapat menghilangkan radikalisme

Prabowo Diminta Lanjutkan Program Bela Negara Ryamizard Ryacudu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegiat antiradikalisme Haidar Alwi menilai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto harus melanjutkan program Bela Negara yang kerap dikampanyekan Menteri Pertahanan sebelumnya, Ryamizard Ryacudu.

Menurutnya program tersebut merupakan satu di antara strategi yang dapat menghilangkan radikalisme di masyarakat maupun di kalangan anggota TNI.

"Bagus itu. Saya sudah tahu persis gerakan bela negara yang dilakukan Pak Ryamizard, menurut saya harus diteruskan Pak Prabowo. Karena menurut saya itu salah satu strategi untuk menghilangkan radikalisme dari rakyat maupun TNI," kata Haidar usai diskusi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Baca: Singgung Perindo, Anis Matta Beberkan Makna Di Balik Logo Partai Gelora

Meski begitu, ia mengatakan masyarakat tetap harus mengamati dan mengawasi dari dekat kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan RI.

Hal itu karenanya menurutnya sebelum masuk ke dalam pemerintahan dan menjadi menteri pertahanan, Prabowo dinilainya dekat dengan kelompok intoleran dan penganut radikalisme.

Baca: Haidar Alwi Minta Polemik Pelarangan Cadar dan Celana Cingkrang Dihentikan

"Pak Prabowo ini kan dia bertahun-tahun berangkulan dengan orang-orang yang terpapar radikalisme. Jadi saya tidak ingin mengatakan meragukan beliau. Yang penting rakyat harus selalu melihat bahwa pemerintahan ini dibangun dengan kebersamaan tapi juga tetap harus waspada. Karena biar bagaimana pun Pak Prabowo di awal bagian dari rivalnya Pak Jokowi, bagian dari grup intoleran dan radikalisme di awalnya," kata Haidar.

Baca: Tak Hadiri Upacara Hari Pahlawan Bersama Jokowi, Menteri Pertahanan Prabowo Pilih Lakukan Ini

Diberitakan sebelumnya, Menhan Ryamizard Ryacudu menyatakan Pekerjaan Rumah Prabowo sebagai menteri pertahanan setelahnya adalah untuk menghapuskan radikalisme di Indonesia.

Hal itu dikatakan Ryamizard usai acara serah terima jabatan dengan Prabowo di kantor Kementerian Pertahanan RI beberapa waktu lalu.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved