Anies Baswedan Dirundung Tuduhan, M Qodari: Gubernur DKI Jakarta adalah Gubernur Rasa Presiden

Belakangan, warga DKI Jakarta dihebohkan dengan temuan anggaran janggal dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS)

Anies Baswedan Dirundung Tuduhan, M Qodari: Gubernur DKI Jakarta adalah Gubernur Rasa Presiden
Kolase Tribunnews.com
M. Qodari dalam Indonesia Lawyers Club dengan tema: Anies Tak Putus Dirudung Tuduhan (12/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan, warga DKI Jakarta dihebohkan dengan temuan anggaran janggal dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Satu di antaranya adanya temuan anggaran lem Aibon sebesar Rp 82,8 miliar.

Anggaran janggal ini diungkapkan pertama kali oleh William Aditya, kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini duduk di kursi DPRD DKI Jakarta.

Hal tersebut lantas memicu kritikan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sejumlah pihak mengkritik keputusan Anies Baswedan yang tidak membuka rencana anggarannya kepada publik, sehingga masyarakat bisa memantau alokasi anggaran sejak tahap perencanaan.

Ia sengaja tidak ingin membukanya sampai pembahasan dengan anggota DPRD DKI selesai.

Pengamat politik dan peneliti muda Indonesia, M. Qodari ikut berkomentar.

"Poinnya ramai karena menurut kacamata publik barang kali memang prosesnya aneh, itemnya aneh, angkanya juga cukup ajaib," ujarnya.

Ia menjelaskan ada persoalan angka dan proses yang harus dikoreksi Anies Baswedan.

Menurut M. Qodari, Jakarta adalah panggung politik paling strategis menuju pilpres 2024.

Halaman
123
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved