Menteri Desa ''Ngeyel'' Sampaikan Salam Lima Agama di Rakornas Forkopimda

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu, namo budaya, salam kebajikan

Menteri Desa ''Ngeyel'' Sampaikan Salam Lima Agama di Rakornas Forkopimda
Fransiskus Adhiyuda/tribunnews.com
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar saat ditemui di kantor Kemendes PDTT, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menghadiri rakornas (rapat koordinasi nasional) Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) se-Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019) sebagai pembicara.

Abdul Halim membuka paparannya dengan mengucapkan salam lima agama.

“Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu, namo budaya, salam kebajikan,” ucapnya.

Baca: Bamsoet Sebut Penyampaian Salam Beragam Agama Penting untuk Tunjukkan Toleransi

Sebelum menjelaskan paparannya, kakak dari Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Muhaimin Iskandar itu menyinggung imbauan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur yang melarang pejabat menyampaikan salam lima agama.

Ia menegaskan akan tetap menyampaikan salam lima agama dalam acara resmi meskipun dirinya merupakan orang asli Jawa Timur.

“Kalau saya ucapkan begitu nanti ada yang tanya kok mau menyampaikan salam lima agama, padahal saya orang Jawa Timur. Saya memang orang Jatim tapi saya tidak punya kartu anggota MUI, saya punyanya kartu anggota NU (Nahdlatul Ulama),” ucapnya.

Baca: Polisi Dalami Dugaan Korupsi di Balik Kasus Robohnya SDN Gentong yang Tewaskan Murid dan Guru

Ribuan perangkat Forkopimda yang ada di ruangan pun tertawa mendengarkan ucapan Abdul Halim tersebut sambil bertepuk tangan.

“Dan enaknya NU memperbolehkan itu (ucapkan salam lima agama),” pungkasnya.

Sebelumnya surat edaran MUI Jatim bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin meminta masyarakat dan pejabat publik tak menyampaikan salam semua agama resmi di Indonesia dalam acara resmi.

Dalam edaran itu MUI Jatim mengimbau masyarakat agama Islam dan pemangku kebijakan untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain ketika membuka sebuah acara resmi.

Menurut MUI Jatim pengucapan salam lima agama merupakan bidah yang tidak ada di masa lalu, mengandung nilai syubhat (keadaan samar soal kehalalan dan keharaman), dan patut dihindari oleh umat Islam.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved