Kasus Suap di Kementerian Agama

Staf Humas Kanwil Kemenag Jatim Diminta Urus Akomodasi Romahurmuziy Selama di Surabaya

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mencecar Kasubag Humas dan Informasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur

Staf Humas Kanwil Kemenag Jatim Diminta Urus Akomodasi Romahurmuziy Selama di Surabaya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang juga mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy menjalani sidang eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mencecar Kasubag Humas dan Informasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Markus, soal tujuan kedatangan mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy ke Surabaya, pada 14-15 Maret 2019.

Hal tersebut terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK kepada Romahurmuziy karena diduga menerima uang suap terkait kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama.

Haris Hasanuddin, mantan Kakanwil Kemenag Jatim, meminta seorang staf Sub-bagian Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur bernama Mufli untuk mengurusi akomodasi Romahurmuziy.

"Apakah saudara mengetahui kedatangan Rommy ke Surabaya pada 14-15 Maret 2019?" tanya Hakim ketua Fahzal, kepada Markus, saat dihadirkan sebagai saksi di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Baca: Menteri Desa Ngeyel Sampaikan Salam Lima Agama di Rakornas Forkopimda

Markus mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

"Tidak tahu yang mulia," kata dia.

Hakim Fahzal berupaya menggali keterangan Markus.

Dia membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) dari Markus yang dibuat pada saat menjalani pemeriksaan di KPK.

Baca: Ledakan Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Polda Jatim Siagakan Petugas Bersenjata & Tambah Personel

"Dapat saya jelaskan pada awalnya saya tidak mengetahui sama sekali terkait kedatangan saudara Romahurmuziy ke Surabaya pada 14-15 Maret 2019, ketika saat OTT oleh KPK. Sebelumnya staf saya bernama Mukhli pernah melapor kepada saya bahwa saudara Mukhli ini dimintai oleh pimpinan (Haris Hasanuddin,-red) dalam hal ini untuk menyiapkan atau mengakomodasi terkait kedatangan tamu, namun tidak disebutkan siapa tamu yang dimaksud," kata Hakim Fahzal membacakan BAP.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved