Kemendikbud Berikan Penghargaan Anugerah Kihajar 2019 Kepada 16 Kepala Daerah

Anugerah Kihajar digelar bertujuan untuk meningkatkan mutu akses pendidikan dan budaya dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Kemendikbud Berikan Penghargaan Anugerah Kihajar 2019 Kepada 16 Kepala Daerah
Tribunnews.com/ Mafani Fidesya Hutauruk
Kepala Pustekkom Kemendikbud Gogot Suharwoto 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Gogot Suharwoto, membeberkan tujuan digelarnya Anugerah Kihajar.

Anugerah Kihajar digelar bertujuan untuk meningkatkan mutu akses pendidikan dan budaya dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

"Kemendikbud ingin menjalankan visi juga misi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Fokus langkah yang akan dilakukan adalah membangun generasi unggul dan berkarakter terutama di era digital," kata Gogot Suharwoto di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Buka Lowongan CPNS 2019, Pahami Tata Cara Pendaftarannya

Ia mengatakan Kemendikbud ingin memenuhi sasaran dan target di bidang pemberdayaan manusia juga kebudayaan.

Anugerah Kihajar 2019 yang digelar Pustekkom Kemendikbud berisi rangkaian berbagai macam kegiatan yang melibatkan kepala daerah, guru, dan siswa.

Anugerah Kihajar 2019 memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah tingkat provinsi, kota, dan kabupaten.

Baca: Daftar Formasi CPNS 2019 Pemprov Jatim Khusus Lulusan Cumlaude, Mulai Pertanian Hingga Geografi

Satu orang di antaranya yang mendapatkan penghargaan Anugerah Kihajar tersebut ialah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mendapat penghargaan Anugerah Kihajar karena dinilai berhasil membuat provinsi yang dipimpinnya bersama Emil Dardak meraih Piagam Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri, (5/11/2019).

Kemendagri memberikan piagam penghargaan tersebut atas keberhasilan menerapkan Sistem Tata Kelola Terintegrasi.

Ia berhasil menerapkan SPD juga SP2D dengan digital signature secara online.

Baca: Kotornya Sungai Dipicu Minimnya Pengetahuan Pengelolaan Sampah

Selain itu, Jawa Timur di bawah pimpinannya berhasil mengevaluasi Raperda APBD tingkat kabupaten atau kota secara elektronik.

Ia juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para aparatur sipil negara (ASN) provinsi Jatim atas kerjasama yang menghasilkan piagam Kemendagri tersebut.

"Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh ASN Jatim atas kerja keras mewujudkan 'good government' dan 'sound governance'," ucap Khofifah Indar Parawansa dalam Instagramnya @khofifah.ip.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved