Kabinet Jokowi

Pengamat Militer Connie Rahankundini Bingung Visi Prabowo Subianto: Bertentangan dengan Visi Jokowi

Pengamat Militer Connie Rahankundini Bakrie turut mengomentari rapat kerja perdana Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Pengamat Militer Connie Rahankundini Bingung Visi Prabowo Subianto: Bertentangan dengan Visi Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Militer Connie Rahankundini Bakrie turut mengomentari rapat kerja perdana Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Connie Rahankundini Bakrie menilai banyak pertentangan dalam visi misi yang disampaikan oleh Prabowo Subianto dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan pada Senin (11/11/2019).

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Selasa (12/11/2019), Connie Rahankundini Bakrie menilai ada yang membingungkan dalam penyampaian visi misi Prabowo Subianto.

"Memang bener ada yang membingungkan kalau disampaikan seperti poin-poin yang sudah diambil, menurut saya banyak yang bertentangan," kata Connie.

Connie menilai Prabowo Subianto akan menganut sistem pertahanan defensive (bertahan).

Hal itu tidak sesuai visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak pernah berubah sejak 2014.

"Contoh harus defensive (bersifat bertahan) padahal kalau jelas presiden bilang bahwa tidak ada visi menteri tapi visi presiden, setahu saya sejak 2014 presiden itu tak pernah merubah visi pertahanannya," ungkap Connie.

Selama ini, Jokowi lebih menekankan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang mau tidak mau bersifat menyerang.

"Artinya ketika dia menyatakan negara ini negara poros maritim dunia, yang otomatis menjadi poros dirgantara dan permukaan dunia menurut saya mau tidak mau kita harus menjadi offensive (bersifat menyerang)."

"Apakah offensive-nya pasif atau offensive-nya aktif itu," ujar Connie.

BACA SELENGKAPNYA >>>>

Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved