Ahok Masuk BUMN, Gerindra: Semoga Tidak Cari Ribut

Menurut Andre Rosiade, pelibatan Ahok disalah satu perusahaan negara tidak boleh melanggar peraturan.

Ahok Masuk BUMN, Gerindra: Semoga Tidak Cari Ribut
Handout/Vera Aoki
Basuki Tjahaja Purnama 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Fraksi Gerindra Andre Rosiade angkat bicara terkait rencana Menteri BUMN Erick Tohir mengajak Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk ke dalam salah satu perusahaan BUMN.

Menurut dia, pelibatan Ahok disalah satu perusahaan negara tidak boleh melanggar peraturan.

"Tentu yang harus diingat dalam mengangkat direksi atau pejabat BUMN harus mengikuti peraturan yang berlaku. Peraturan UU BUMN dan UU perseroan," kata Andre saat dihubungi, Jumat, (15/11/2019).

Baca: Ahok Ditarik Erick Thohir Jadi Bos BUMN, Pengamat Sebut BTP Berpotensi Langgar Undang-Undang

Baca: Krakatau Steel Benarkan Salah Satu Pegawainya Ditangkap Densus 88

Baca: Ditanya soal Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Erick Thohir Langsung Senyum Pancing Tawa Wartawan

Menurut Andre rencana menjadikan Ahok pejabat di salah satu perusahaan negara tidak boleh karena alasan subjektif. Karena ia khawatir, Ahok tidak profesional saat bekerja nanti.

"Jangan sampai nanti mentang mentang. Maksudnya karena dekat dengan presiden, ketika memimpin BUMN, mentang-mentang," katanya.

Ia mengatakan bahwa pelibatan Ahok di salah satu perusahaan BUMN merupakan hak pemerintah.
Hanya saja ia berharap masuknya Ahok membawa kebaikan bagi perusahaan negara yang akan ditempatinya. Bukan sebaliknya, malah menimbulkan masalah.

"Ya semoga saja dia (Ahok) dapat membuat BUMN membaik, semoga tidak cari ribut, petantang-petenteng seperti waktu gubernur DKI" katanya.

Andre menyarankan sebelum melibatkan Ahok di perusahaan negara, menteri BUMN berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa keuangan (BPK).

Karena saat menjadi Gubernur DKI sempat ada masalah pembelian tanah di Cengkareng dan Sumber Waras.

"Jadi sebaiknya kementerian BUMN berkoordinasi dulu lah dengan BPK," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved