BNPB Ungkap Maluku Utara Pernah Diguncang Gempa M,7,1 Pada Tanggal yang Sama Lima Tahun Lalu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 87 kali gempa susulan terjadi hingga pukul 11.00 WITA setelah gempa M 7,1 terjadi.

BNPB Ungkap Maluku Utara Pernah Diguncang Gempa M,7,1 Pada Tanggal yang Sama Lima Tahun Lalu
Tribunnews.com/Rina Ayu
Pelaksana Harian (PLH) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, saat ditemui di kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 87 kali gempa susulan terjadi hingga pukul 11.00 WITA setelah gempa M 7,1 terjadi,Jumat (15/11/2019) pukul 00.17 WITA.

Dari sejumlah gempa susulan tersebut, tujuh di antaranya dirasakan warga.

BPBD Kabupaten Halmahera Barat melaporkan gempa dirasakan sangat kuat sehingga membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Baca: Pasca-gempa M 7,1 di Maluku Utara, BNPB: 2 Orang Luka dan 7 Bangunan Rusak

Selain itu, BPBD Kota Ternate dan Kota Bitung juga melaporkan hal yang sama, sehingga warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mencatat gempa serupa pernah terjadi di tanggal yang sama lima tahun lalu.

"Menurut catatan BMKG, gempa tersebut terjadi hanya 50 km dari kejadian gempa dengan kekuatan yang sama dan mekanisme sama pada 2014. Yang unik fenomena gempa besar ini terjadi pada tanggal yang sama yaitu 15 November," kata Agus dalam keterangan resmi BNPB pada Jumat (15/11/2019).

Selain itu, Agus mengatakan, gempa jelang dini hari tadi merupakan gempa dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Baca: Apa yang Harus Dilakukan Sebelum, Sesaat, dan Sesudah Gempa Bumi?

"Gempa tersebut terjadi pada salah satu segmen dengan frekuensi gempa moderate M 7 sampai M 7,5 sangat tinggi di Indonesia," kata Agus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate melaporkan bahwa gempa memicu kerusakan bangunan di wilayahnya.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved