Munaslub Partai Golkar

Nusron Wahid: Ada Empat Calon Ketua Umum Golkar Tak Mungkin Aklamasi

yaitu Airlangga Hartarto, Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisyam dan Bambang Susatyo," kata Nusron.

Nusron Wahid: Ada Empat Calon Ketua Umum Golkar Tak Mungkin Aklamasi
ISTIMEWA
Nusron Wahid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengungkap sudah ada empat calon yang akan ikut maju dalam pertarungan di Munas Golkar mendatang. Ia memastikan, Munas Golkar masih panjang dan dipastikan akan berlangsung secara demokratis.

"Melihat dinamika di Rapim, dipastikan di Munas tidak akan ada calon tunggal. Setidaknya akan ada empat calon yang muncul, yaitu Airlangga Hartarto, Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisyam dan Bambang Susatyo," kata Nusron.

Baca: Kader Partai Cerdas dan Dewasa, Munas Golkar Diyakini Berlangsung Kondusif

“Saya yakin juga akan muncul calon-calon lain. Dipastikan tidak calon tunggal. Kalau tidak calon tunggal bagaimana akan aklamasi?” katanya dalam penjelasannya yang diterima tribunnews.com, Jumat (15/11/2019).

Baca: Nurul Arifin Sampaikan Kembali Keberhasilan Golkar di Bawah Kepimimpinan Airlangga Hartarto

Dijelaskan, empat point hasil rapim luar biasa. Yang pertama adalah memprioritaskan kader Partai Golkar untuk dicalonkan dalam pilkada, tanpa mahar dengan pendekatan elektabilitas. Kemudian Munas dengan mengedepankan musyawarah mufakat, berlandaskan demokrasi.

Yang lain, menugaskan FPG berkaitan dengan UU Pemilu. Serta DPD PG kabupaten/kota yang masa periodenya berakhir ditahun 2019, atas permintaan DPD PD Provinsi, musdanya dilaksanakan setelah pilkada, akan dibahas dan diputuskan dalam Munas.

Baca: Meutya Hafid: Hormati Senior

"Khusus point dua, musyawarah mufakat itu sesuatu yang baik selama calonnya hanya satu dan semua sepakat. Tapi kalau calonnya banyak, bagaimana cara mengambil keputusannya? Masak empat-empatnya akan jadi ketum semua. Pasti harus satu dan lewat mekanisme voting, sebagai satu-satunya jalan," katanya.

Baca: Pesan Khusus Soeharto ke Dubes di Malaysia Saat Golkar Kalah, Sampai Disuruh Tak Bercelana Panjang

Dirinya mengaku tidak menampik ada upaya sistematis mengarahkan agar di Munas tidak ada pemilihan. Padahal tatacara pemilihan pimpinan partai sudah diatur dalam ART, pasal 50. Pemilihan harus dilaksanakan secara langsung oleh peserta munas, dan melalui 3 tahap; penjaringan, pencalonan dan pemilihan.

“Darimana tahu kalau cuma calon tunggal? Wong tahapannya belum dilalui. Tahap penjaringan saja belum. Kok seakan akan sudah penetapan,? ia mempertanyakan.

Baca: Kata Pendukung Airlangga Soal Hastag #GolkarButuhBamsoet

"Kami optimis DPD II dan silent majority nanti akan menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani. Dan perubahan kepemimpinan partai yang akan membawa partai lebih baik, dinamis dan progresif," katanya lagi.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved