Pemindahan Ibu Kota Negara

Sebut Minim Pengakuan, Kadin Kaltim Minta Pengusaha Lokal Dilibatkan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru

Kamar Dagang Industri (Kadin) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta pemerintah memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk turut serta dalam pemba

Sebut Minim Pengakuan, Kadin Kaltim Minta Pengusaha Lokal Dilibatkan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru
Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung
Lubang-lubang bekas tambang batu bara terlihat dari udara saat Menhub Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan lokasi calon Ibu Kota Negara yang baru dari atas Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sekaligus diskusi di Balikpapan Coal Terminal (BCT), Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019). Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung 

TRIBUNNEWS.COM - Kamar Dagang Industri (Kadin) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta pemerintah memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk turut serta dalam pembangunan ibu kota baru.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kadin Kaltim, Dayang Donna Faroek, dilansir melalui Tribun Kaltim.

“Berikan kesempatan kepada pengusaha lokal untuk membangun Ibu Kota Negara,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Donna kala memberikan sambutan pada Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kaltim Kadin dengan tema Peran Aktif Kadin dalam Pembangunan Ibu Kota Negara, Jumat (15/11/2019).

Wagub Kaltim dan Ketua Kadin Indonesia disampingi Ketua Kadin Kaltim memukul genderang khas Kaltim, tanda dibukanya Rapimprov Kadin Kaltim, pada Jumat (15/11/2019), pukul 10.00 WITA, di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.
Wagub Kaltim dan Ketua Kadin Indonesia disampingi Ketua Kadin Kaltim memukul genderang khas Kaltim, tanda dibukanya Rapimprov Kadin Kaltim, pada Jumat (15/11/2019), pukul 10.00 WITA, di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. (TribunKaltim.Co/Purnomo Susanto)

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Ia mengungkapkan, keberadaan pelaku usaha di Kaltim masih minim.

“Selama ini, pengakuan atas keberadaan kami masih minim. Dengan memberikan kesempatan itu, artinya Pemerintah memberikan pengakuan kepada kam," ucapnya.

Ia mengharapkan ada bagian-bagian yang diberikan kepada pengusaha lokal.

"Tidak mengapa kalau perusahaan milik Badan Usahan Milik Negara (BUMN) yang mengerjakan. Tapi, ada bagian-bagian yang memang khusus diberikan kepada pengusaha lokal,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, dan Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved