Tanggapi Pernyataan Jokowi, KPK Bicara Mafia Hukum dan Pencegahan Korupsi

Febri Diansyah mengatakan keberadaan mafia hukum memiliki dampak kepada ketidakpastian hukum

Tanggapi Pernyataan Jokowi, KPK Bicara Mafia Hukum dan Pencegahan Korupsi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata bersama juru bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers penetapan tersangka baru terkait kasus suap dana hibah KONI, di Jakarta, Rabu (18/9/2019). KPK menetapkan Menpora Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum sebagai tersangka baru menyusul lima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Febri menuturkan apa yang diperintah Presiden Jokowi sebenarnya menitikberatkan supaya kepala daerah ataupun penyelenggara negara bisa lebih serius melakukan pencegahan korupsi.

Ia menambahkan, kontribusi yang diberikan lembaganya merupakan bagian dari strategi nasional pencegahan korupsi.

Di mana, jelas Febri, hal itu telah menjadi perhatian Jokowi dengan mengeluarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

"Ini sudah kami lakukan di beberapa daerah. Kami datang, kami ingatkan, kami sampaikan juga potensi-potensi korupsi di mana. Tapi, kalau kepala daerahnya di belakang masih terima suap, tetap kami proses," tegas dia.

Sebelumnya dalam sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jokowi meminta jajaran penegak hukum agar lebih dahulu mengingatkan para kepala daerah jika terdapat persoalan hukum pada awal pelaksanaan proyek.

Baca: KPK Dalami Aliran Uang Ke Pejabat Pemkab Indramayu

Ia tak ingin kesalahan yang sudah diketahui sejak awal didiamkan dan kemudian diusut setelah pengerjaan selesai.

"Jelas-jelas itu sudah keliru sejak awal, diingatkan dong. Jangan ditunggu, ngerti keliru, ditunggu sampai terus dikerjakan. Setelah rampung, baru ditebas. Enggak bisa seperti ini," ujar Jokowi.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved