Tindak Lanjuti Arahan Presiden, MenLHK Kontrol Persemaian Penghijauan

Persemaian bibit dan kebun benih menjadi menjadi salah satu bagian penting dalam program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) menjelang turunnya hujan m

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, MenLHK Kontrol Persemaian Penghijauan
Istimewa
Kegiatan RHL, disampaikan Menteri Siti, juga menyerap tenaga kerja, sehingga sejalan dengan prioritas pemerintah lima tahun kedepan. 

TRIBUNNEWS.COM, TEGAL - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bersama Wakil Menteri LHK Alue Dohong dan segenap jajaran eselon I KemenLHK melakukan kunjungan kerja dan inspeksi persemaian bibit pohon di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2019).

Persemaian bibit dan kebun benih menjadi menjadi salah satu bagian penting dalam program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) menjelang turunnya hujan menurut musim di Indonesia.

Menteri LHK Siti Nurbaya, menyampaikan bahwa sebelum tahun 2019, dana APBN hanya menyediakan penanaman RHL untuk rata-rata luasan 23 ribu hektar per tahun. Sedangkan untuk tahun 2019 luasannya meningkat hampir 10 kali lipat menjadi 206 ribu hektar dalam tahun 2019 ini.

"Saya sedang berkeliling Indonesia untuk observasi ke persemaian, dari mulai persemaian yang disiapkan pemerintah sampai kebun bibit masyarakat. Karena keberhasilan tumbuh kembangnya pohon dimulai dari pembibitan yang baik. Arahan Bapak Presiden untuk perlu dibangun kebun persemaian yang luas dan modern sebagai usaha penghijauan. Bapak Presiden menugaskan untuk pemulihan lingkungan dengan penanaman yang serius dengan cukup luas dan terukur," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya, saat mengunjungi Persemaian Permanen di KPH Pekalongan Barat, Kabupaten Tegal, Sabtu (16/11/2019).

Menteri Siti juga mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon sebagai upaya pemulihan selain pencegahan terhadap banjir dan kekeringan.

"Caranya yaitu dengan kita menanam pohon serta memperbaiki lahan kritis. Kita percaya kalau pohonnya bagus, mata air juga akan muncul dan airnya nanti juga akan jadi bagus, sehingga lingkungan menjadi baik bagi masyarakat," imbuh Menteri Siti.

Selain itu, keberadaan pohon, menurut Siti juga dapat menahan kenaikan suhu bumi, yang disebut perubahan iklim. Berdasarkan penelitian, Indonesia perlu menanam 800 ribu ha/tahun agar memiliki iklim yang stabil dan sejuk.

"Rehabilitasi diarahkan pada daerah-daerah destinasi wisata super prioritas Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo dan Likupang serta pada lokasi ibukota negara di Kaltim. Selain itu pada lokasi 15 Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas, 15 Danau Prioritas, daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor, serta daerah hulu dari 65 bendungan/waduk," jelas Menteri Siti.

Pemerintah, lanjut Siti, juga menegaskan kepada pengusaha yang memakai kawasan hutan dalam usahanya melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk terus melakukan rehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon.

Kegiatan RHL, disampaikan Menteri Siti, juga menyerap tenaga kerja, sehingga sejalan dengan prioritas pemerintah lima tahun kedepan.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved