Bikin Kecemburan Sosial, Polisi Dilarang Unggah Foto dan Video Gaya Hidup Hedonis di Medsos

Polisi tidak boleh menunjukkan, memakai, dan memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari, baik di kedinasan maupun di ruang publik.

Bikin Kecemburan Sosial, Polisi Dilarang Unggah Foto dan Video Gaya Hidup Hedonis di Medsos
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
ILUSTRASI - Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menggelar apel di Lapangan Merdeka, Medan. 

Kemudian, para pimpinan, kasatwil, dan perwira diminta memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik dengan tidak memperlihatkan gaya hidup hedonis, terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri.

"Akan dikenakan sanksi tegas bagi anggota Polri yang melanggar," kata Listyo.

Kekosongan Kabareskrim

Selain peraturan kode etik jajaran kepolisian yang menjadi perhatian, lebih dari dua pekan jabatan Kabareskrim mengalami kekosongan.

Kapolri Jendral Pol Idham Azis di ruang konferensi pers kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). Idham mengunjungi kantor KPK untuk bersilaturahmi sekaligus membangun sinergi Polri dengan lembaga-lembaga atau kementrian di Indonesia. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS
Kapolri Jendral Pol Idham Azis di ruang konferensi pers kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). Idham mengunjungi kantor KPK untuk bersilaturahmi sekaligus membangun sinergi Polri dengan lembaga-lembaga atau kementrian di Indonesia. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS (TRIBUN/IQBAL FIRDAUS)

Setelah 18 hari menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Idham Azis belum menetapkan Kabareskrim Polri yang baru untuk menggantikan dirinya.

Melansir Warta Kota, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut Idham Azis lamban dalam menggunakan hak prerogatifnya.

Neta mengungkapkan IPW merasa prihatin melihat situasi di Polri belakangan ini karena posisi Kabareskrim dibiarkan kosong selama 18 hari.

"Seakan tidak ada jenderal polisi yang pantas dan layak untuk menggantikan Idham Azis sebagai Kabareskrim, meskipun di tubuh Polri ada belasan jenderal bintang tiga atau Komjen, dan ada lebih dari seratus jenderal bintang dua atau Komjen," kata Neta, Senin (18/11/2019).

Dikatakannya, IPW melihat dua hal yang krusial dari tak kunjung dipilihnya Kabareskrim baru.

Baca: Pengemudi yang Tabrak Pengendara Skuter Listrik hingga Tewas Akhirnya Ditahan Polisi

"Pertama, gagalnya sistem kaderisasi di tubuh Polri. Artinya, meski pun di Polri saat ini ada sekitar 300 jenderal tapi Kapolri Idham Azis masih kesulitan untuk mencari dan mendapatkan Kabareskrim yang bisa dipercaya, punya kapabilitas, dan memiliki kualitas yang mumpuni," kata Neta.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Choirul Arifin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved