Bikin Kecemburan Sosial, Polisi Dilarang Unggah Foto dan Video Gaya Hidup Hedonis di Medsos

Polisi tidak boleh menunjukkan, memakai, dan memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari, baik di kedinasan maupun di ruang publik.

Bikin Kecemburan Sosial, Polisi Dilarang Unggah Foto dan Video Gaya Hidup Hedonis di Medsos
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
ILUSTRASI - Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menggelar apel di Lapangan Merdeka, Medan. 

Kedua, ia menyebut kuatnya intervensi dari penguasa dalam mengatur posisi strategis di internal Polri.

Hal tersebut membuat jajaran kepolisian tidak punya rasa percaya diri lagi untuk menetapkan pejabatnya di posisi strategis.

"Akibat elit Polri tidak punya rasa percaya diri, keberadaan Dewan Kebijakan Tinggi Polri, yang selama ini digunakan untuk mencari dan memproses figur figur yang akan memegang jabatan strategis di Polri, kini nasibnya seakan tidak berguna dan terabaikan," ujarnya.

Ia menyebut apabila dibiarkan, Polri dikhawatirkan semakin tidak profesional dan tidak independen.

Polri akan semakin tersandera oleh politik dan kepentingan kekuasaan. Istilah Promoter atau profesional, modern dan terpercaya, yang menjadi program Polri pun akan diplesetkan publik menjadi 'promosi orang orang tertentu' yang dekat dengan kekuasaan," katanya.

Sebelum menjadi Kapolri, Idham Azis sempat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Kabareskrim Polri

Berikut rekam jejak Idham Azis di kepolisian menurut Wikipedia.org.

02–12–1988: Pamapta Kepolisian Resor Bandung

15–01–1989: Kepala Urusan Bina Operasi Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung

28–04–1991: Kepala Kepolisian Sektor Dayeuhkolot Resor Bandung

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Choirul Arifin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved