Ekspor Raya, 1.004 Unit Kontainer Hasil Perikanan Akan Dikirim ke 43 Negara

kontribusi PDB Perikanan terhadap PDB Nasional menunjukkan peningkatan dari 2,32 persen pada tahun 2014 menjadi 2,60 persen pada tahun 2018.

HandOut/Istimewa
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bekerja sama dengan eksportir/unit pengolahan ikan (UPI), para pemangku kepentingan lainnya, dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), menggelar Ekspor Raya Hasil Perikanan. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bekerja sama dengan eksportir/unit pengolahan ikan (UPI), para pemangku kepentingan lainnya, dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), menggelar Ekspor Raya Hasil Perikanan.

Upaya itu dilakukan untuk mendorong industrialisasi. Industrialisasi sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Mengusung tema “Ekspor Hasil Perikanan sebagai Pendorong Industri Perikanan”, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM, Jumat (22/11/2019).

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, industrialisasi sektor perikanan itu perlu didorong mengingat sektor perikanan berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Sebagaimana tercatat, kontribusi PDB Perikanan terhadap PDB Nasional menunjukkan peningkatan dari 2,32 persen pada tahun 2014 menjadi 2,60 persen pada tahun 2018.

Nilai PDB Perikanan triwulan-III 2019 naik menjadi Rp62,24 triliun dari Rp58,58 triliun pada periode yang sama di 2018. (BPS, 2019).

"Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pendapatan pelaku usaha sektor perikanan," dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019).

Dia menjelaskan, peningkatan PDB sektor perikanan ini merupakan dampak peningkatan produksi perikanan Indonesia.

Pada tahun 2015, produksi perikanan tangkap mencapai 6,67 juta ton senilai Rp120,6 triliun meningkat menjadi 7,25 juta ton dengan nilai Rp210,7 triliun di 2018.

Sementara itu produksi perikanan budidaya sebesar 15,63 juta ton pada 2015 meningkat menjadi 17,25 juta ton di 2018 yang terdiri dari 6,88 juta ton ikan budidaya dan 10,37 juta ton rumput laut.

Dalam hal meningkatkan ekspor perikanan ini, salah satu tugas BKIPM adalah bertanggung jawab terhadap penjaminan kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan.

Hal ini dilakukan melalui pengendalian penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB), sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) di unit pembudidayaan ikan, dan penerbitan Health Certificate (HC) di UPI guna menjamin bahwa produk yang diekspor sehat dan aman untuk dikonsumsi manusia.

Dengan penjaminan ini, hasil perikanan Indonesia telah diterima 158 negara di dunia dan mampu bersaing di pasar internasional.

"Pasar utama produk perikanan Indonesia yaitu Amerika Serikat, serta berturut-turut diikuti oleh Tiongkok, Jepang, Malaysia, Taiwan, Thailand, Singapura, Vietnam, Italia, dan Hong Kong. Adapun komoditas utama ekspor hasil perikanan Indonesia antara lain udang, tuna dan jenis pelagis lainnya, cumi-cumi/gurita, rajungan, ikan demersal, tilapia, serta rumput laut," kata dia.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved