Rekam Jejak Gatot Eddy Pramono, Kapolda Metro Jaya yang Namanya Mencuat Jadi Kabareskrim

Jabatan Kabareskrim sepeninggal Idham Azis yang terpilih sebagai Kapolri pengganti Tito Karnavian masih kosong hingga kini. Nama Gatot Eddy mencuat.

Rekam Jejak Gatot Eddy Pramono, Kapolda Metro Jaya yang Namanya Mencuat Jadi Kabareskrim
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono selepas memberikan kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (26/7/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - Jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) sepeninggal Idham Azis yang terpilih sebagai Kapolri pengganti Tito Karnavian masih kosong hingga hari ini.

Artinya, lebih dari tiga pekan Polri tidak memiliki Kabareskrim.

Kapolri Idham Azis sebelumnya telah berjanji untuk segera menunjuk Kabareskrim baru.

Janji Idham Azis tersebut diucapkan seusai dirinya ditetapkan sebagai Kapolri dalam rapat paripurna DPR, Rabu (30/10/2019) lalu.

Pejabat baru Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengikuti rangkaian upacara pelantikan Kapolri di Istana Negara, Jumat (1/11/2019). Idham Azis dilantik menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Mendagri. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pejabat baru Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengikuti rangkaian upacara pelantikan Kapolri di Istana Negara, Jumat (1/11/2019). Idham Azis dilantik menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Mendagri. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Nanti begitu saya dilantik (sebagai Kapolri), saya akan menunjuk Kabareskrim baru."

"Nanti saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu (Novel Baswedan)," kata Idham kala itu dikutip dari Kompas.com.

Hal ini diungkapkan guna mempercepat pengungkapan kasus penyiraman air keras Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan.

Mengutip Kompas.com, pemilihan Kabareskrim baru mepertimbangkan beberapa aspek.

Setidaknya terdapat dua aspek penting bagi calon Kabareskrim.

Hal tersebut diungkapkan Kadiv Humas Polri M Iqbal pada Sabtu  (9/11/2019) lalu.

Dua aspek tersebut adalah integritas dan kemampuan.

Iqbal juga menyebut rekam jejak juga diperhatikan dalam pemilihan.

"Proses itu kan melihat treck record, kemampuan, integritas, semua perwira tinggi yang ada di Polri," ujar Iqbal.

Halaman
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved