Cerita Puan Maharani Tentang Kediaman Megawati yang Pernah Ditinggali RI-1 hingga RI-6

Ketua DPR RI ini mengingatkan posisi PDI Perjuangan hingga saat ini telah menjalani proses yang panjang dan pahit.

Cerita Puan Maharani Tentang Kediaman Megawati yang Pernah Ditinggali RI-1 hingga RI-6
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di acara Sekolah Partai Pimpinan Dewan tingkat provinsi dan kabupaten atau kota di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com,
Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berkisah bagaimana kesabaran PDIP dalam berpolitik membuahkan hasil manis. Terlebih, bisa menjalani itu bersama rakyat.

Hal ini disampaikan Puan saat memberikan sambutan dalam Sekolah Partai Pimpinan Dewan tingkat provinsi dan kabupaten atau kota se-Indonesia Gelombang I di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019).

Hadir 102 orang peserta dari perwakilan anggota/pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.

"Acara ini bukan merupakan hanya acara seremonial berkumpulnya lembaga pimpinan legislatif. Namun juga bagaimana kita ke depan untuk meraih cita-cita dan tugas-tugas yang sama secara kepartaian untuk bisa mengawal bersama rakyat," kata Puan.

Ketua DPR RI ini mengingatkan posisi PDI Perjuangan hingga saat ini telah menjalani proses yang panjang dan pahit.

Menurut Puan, baru Pemilu 2019 pembagian kursi untuk pimpinan DPR dan MPR melewati proses yang benar-benar demokrasi. Pada pemilu sebelumya, proses pemilihan pimpinan DPR dan MPR penuh dengan intrik.

Puan menceritakan pada Pemilu 1999, PDI Perjuangan merupakan partai pemenang dan telah menempatkan Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden dan dilanjutkan sebagai presiden.

Lalu, Taufieq Kiemas pernah menjabat Ketua MPR. Hanya kursi Ketua DPR RI yang belum pernah diduduki oleh PDIP.

Puan lantas berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenai hal itu.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved