BMKG: Paparan Radiasi Nuklir di Laut China Selatan Tidak Terbukti

Berdasarkan hasil monitoring dapat disimpulkan bahwa berita adanya paparan radiasi nuklir di Laut China Selatan tidak terbukti.

BMKG: Paparan Radiasi Nuklir di Laut China Selatan Tidak Terbukti
Richard Susilo
Ilustrasi: Kebijakan Berlian PM Jepang Shinzo Abe di mana Laut Cina Selatan dianggap danaunya Tiongkok untuk bermain. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Lembaga perlindungan konsumen Rusia, Rospotrebnadzor menyebut pihaknya mendeteksi adanya paparan radiasi nuklir di Laut China Selatan pada Jumat (22/11/2019).

Berdasarkan data yang diterima dari Sistem Pemantauan Lingkungan Global, ada peningkatan radiasi latar di Laut China Selatan secara signifikan.

"Diduga ada kaitan dengan uji coba nuklir sehubungan dengan insiden radiasi," kata Rospotrebnadzor dilansir The Moscow Times.

Terkait hal tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan tidak ada aktivitas nuklir di Laut China Selatan yang berimbas ke Indonesia.

Baca: BMKG Catat Gempa M 4.5 Guncang Pacitan Sabtu Malam Ini, Dirasakan Hingga Wilayah Yogyakarta

Baca: Demi Kucingnya Bisa Masuk di Kabin Pesawat, Pria Ini Tipu Petugas Bandara

Baca: 5 Potret PNS yang Dipecat Gara-gara Tampil Vulgar di Majalah Playboy, Nasibnya Kini Terlunta-lunta

"Berdasarkan hasil monitoring dapat disimpulkan bahwa berita adanya paparan radiasi nuklir di Laut China Selatan tidak terbukti," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam pernyataannya kepada Tribunnews, Minggu (24/11/2019).

Rahmat menjelaskan pihaknya sudah melakukan monitoring dari jaringan stasiun monitoring gempa bumi yang masuk ke dalam sistem prosesing di BMKG.

Selain itu, terdapat pula analisa rekaman seismik di dua lokasi yang terdekat dengan perkiraan lokasi ledakan nuklir di Laut China Selatan, yaitu Vitenam (DLV) dan Taiwan (TWGB).

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Hari Ini, Sabtu 16 November 2019: Wilayah Padang Hujan di Siang Hari

Baca: Penjelasan BMKG soal Pengukuran Tsunami Setinggi 10 cm dan 6 cm di Bitung dan Ternate

Pemantauan dari sensor Radiological Data Monitoring System (RDMS) yang dipasang oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di 6 lokasi stasiun monitoring CTBTO di Stasiun BMKG.

Lokasi tersebut antara lain di Deli Serdang Medan, Lembang Bandung, Kappang Sulawesi Selatan, Kupang NTT, Sorong Papua Barat, dan Jayapura.

Serta pemantauan sensor yang terpasang di Stasiun BMKG di Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Tarakan kalimantan Utara, dan Gorontalo.

"Kami nyatakan tidak terdeteksi adanya tingkat radiasi yang signifikan di lokasi tersebut dibandingkan dengan tingkat radiasi alamiah," kata Rahmat Triyono.

Rahmat Triyono pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi dan berita yang hoax dan meresahkan. (Willy Widianto)

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved