Pilkada Bantul, PDIP Klaim Konsultasi ke Raja Yogyakarta

Calon dari eksternal dapat dipertimbangkan jika elektabilitas kader dianggap rendah dan belum mampu membawa perubahan.

Pilkada Bantul, PDIP Klaim Konsultasi ke Raja Yogyakarta
TRIBUNNEWS.COM/BAYU INDRA PERMANA
Gubernur Jogjakarta Sri Sultan Hamengkubuwono di Empire XXI, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan partainya akan mendengarkan suara rakyat, tokoh masyarakat hingga berkonsultasi ke Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X terkait Pilkada Bantul 2020.

Ia menjelaskan partai berlambang banteng moncong putih akan berusaha mendahulukan kader sendiri di kontestasi politik tersebut. Namun, tak menutup kemungkinan pula PDIP akan mengusung calon dari eksternal.

"Partai juga punya kebijakan memprioritaskan kader sendiri," ujar Hasto, pasca membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPC PDIP Bantul, DIY, Minggu (24/11/2019).

Politikus kelahiran Yogyakarta tersebut mengatakan partainya mendengarkan aspirasi rakyat lantaran sadar bahwa pilkada adalah pemilu rakyat, dimana rakyat berdaulat dalam menentukan.

Baca: Staf Khusus Jokowi Digaji Rp 51 Juta Jadi Polemik, PDIP: Kami Lihat Dedikasinya

Di sisi lain, calon dari eksternal dapat dipertimbangkan jika elektabilitas kader dianggap rendah dan belum mampu membawa perubahan.

Meski begitu, Hasto menegaskan calon tersebut wajib mengikuti sekolah partai, memiliki akar nasionalis, serta berkomitmen dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Mari kita lihat dan dengarkan suara rakyat untuk menemukan calon pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat di Bantul. Kalau langkah dan hati kita menyatu dengan rakyat, maka kita akan menemukan calon pemimpin yang akan dipilih rakyat," kata dia.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan pihaknya akan menggembleng para calon-calon yang ada untuk merebut kemenangan kembali di Pilkada Serentak 2020.

"Nama-nama sudah mengerucut berdasarkan dari laporan DPD PDI Perjuangan Yogyakarta. Dan kami mendengarkan masukan dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh NU, tokoh-tokoh Muhammadiyah, kami dengarkan dengan baik," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved