Jumat, 29 Agustus 2025

Pimpinan Komisi VII DPR Minta Semua Pihak Beri Kesempatan Ahok Bekerja

Ia meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok tiba di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Gerindra, Gus Irawan Pasaribu meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

"Mari sama-sama kita lihat kinerjanya," ujar Politikus Gerindra ini kepada Tribunnews.com, Senin (25/11/2019).

Karena dia yakin pemerintah sudah menilai dan menganalisa aneka pandangan baik pro dan kontra terkait penunjukkan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

"Sebelum resmi menunjuk Ahok sebagai Komut, banyak pihak menyampaikan pendapat, baik yang pro maupun yang kontra. Berbagai pandangan tersebut tentu sudah dipertimbangkan oleh pemerintah dalam mengambil keputusan final," jelasnya.

Untuk itu kembali dia mengajak semua pihak memberikan kepercayaan kepada Ahok untuk bekerja dan membawa perubahan yang lebih baik di Pertamina.

"Kita berharap Pertamina terus membaik kinerjanya," ucapnya.

Ahok ke Serikat Pekerja Pertamina: Dia Engga Tau Saya Lulusan S3 Mako Brimob

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menanggapi santai soal penolakan serikat pekerja Pertamina.

Menurut Ahok, para serikat pekerja pertamina belum mengenal dirinya lebih dekat.

Terlebih, Ahok mengklaim dirinya merupakan lulusan S3 Mako Brimob Kelapa Dua.

"Kan belum kenal saya. Dia kan enggak tau saya lulusan S3 dari Mako Brimob," ucap Ahok di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Sebelumnya, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar membenarkan telah membentangkan spanduk yang berisi penolakan terhadap Ahok.

Penolakan itu berisi agar Ahok tak mengisi jabatan di Pertamina.

Dalam spanduk tersebut tertulis beberapa tuntutan, di antaranya Pertamina tetap wajib utuh, tolak siapa pun yang suka bikin rusuh, memilih figur tukang gaduh, dan bersiaplah Pertamina segera runtuh.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan