Presiden Jokowi akan Buka Kongres Kedua Projo

Seluruh kader Projo menantikan arah langsung dari Presiden Jokowi pada Sabtu malam (7/12/2019). Terutama mengenai peran relawan ke depan.

Presiden Jokowi akan Buka Kongres Kedua Projo
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA– Ormas Projo akan menggelar Kongres II di J-Expo Kemayoran, pada 7-8 Desember mendatang. Forum tertinggi organisasi tersebut akan menentukan arah Projo ke depan dalam mengawal pemerintahan periode ke-2 Presiden Joko Widodo.

“Kongres II Projo adalah sebuah langkah konsolidasi untuk menyatukan pemikiran atas situasi politik ke depan serta menyatukan tindakan guna suksesnya pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini,” Ketua Pelaksana Kongres II Projo Panel Barus dalam pernyataannya, Senin (25/11/2019).

Baca: Penerbitan Sertifikat Tanah hingga November Capai 8,5 Juta, Begini Unggahan Jokowi

Dijelaskan, perhelatan lima tahunan ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ditutup Wakil Presiden Kiai Maruf Amin. Seluruh kader Projo menantikan arah langsung dari Presiden Jokowi pada Sabtu malam (7/12/2019). Terutama mengenai peran relawan ke depan.

Baca: Ada Calon Menteri Diminta Setor Rp500 Miliar

"Dengan estimasi 20 ribu pengurus dan massa Projo, arena kongres diperkirakan semakin meriah dengan panggung rakyat dan festival kuliner Nusantara," Panel menegaskan.

Acara Kongres II Projo kali ini lanjut Panel diawali dengan apel akbar sekitar 20 ribu massa. Barisan militan tersebut disiapkan menjadi instrumen utama penggerak Visi Indonesia dan Presiden Jokowi dalam mencapai kesuksesan pemerintahan periodek ke-2.

Baca: Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia: Besaran Gaji Itu Relatif

Panel, yang juga Ketua DPP Projo ini menjelaskan kembali fokus kerja Projo adalah mengerjakan 5 poin Visi Indonesia yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pidato inagurasi bertajuk “Visi Indonesia” di gedung SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (14/7/2019) lalu.

“Tantangan bangsa ini dalam menghadapi intoleransi dan radikalisme tentu juga menjadi perhatian serius,” kata Panel Barus.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved