Tito Karnavian Disebut Tidak Cocok Jadi Menteri, Apa Kata Kemendagri?

Survei menunjukkan Tito Karnavian menduduki posisi tiga terbawah sebagai orang yang dianggap kurang pas menduduki posisi Menteri Dalam Negeri (Mendagr

Tito Karnavian Disebut Tidak Cocok Jadi Menteri, Apa Kata Kemendagri?
Rina Ayu/Tribunnews.com
Mendagri Tito Karnavian di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei terhadap respon publik atas susunan Kabinet Indonesia Maju sejak 30 Oktober hingga 2 November 2019.

Survei tersebut melibatkan 800 responden untuk mendapatkan pertanyaan soal kecocokan antara tokoh dengan kursi menteri yang didudukinya.

Hasil yang diperoleh dari survei yang dilakukan oleh IPO menunjukkan Tito Karnavian menduduki posisi tiga terbawah sebagai orang yang dianggap kurang pas menduduki posisi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Baca: Gelar Ratas, Jokowi Minta DJP Lakukan Reformasi Perpajakan dan Beri Perintah ke Tito Karnavian

Baca: Mendagri Tito Diminta Fokus ke Penegakan Hukum dalam Proses Pilkada

Kementerian Dalam Negeri melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen), Bahtiar menghargai survei yang dilakukan IPO terhadap respon publik atas susunan Kabinet Indonesia Maju, tapi hasil survei menurutnya tidak mewakili pendapat seluruh masyarakat.

"Kita hargai survei, survei ini isinya persepsi yang diukur adalah orang-orang tertentu saja, bisa jadi yang ditanya adalah orang yang tak memahami ketatanegaraan atau yang tak memahami manajemen pemerintahan," kata Bahtiar di Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Menurutnya survei tersebut sangat dangkal, responden dalan survei tersebut belum tentu representasi dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

"Pak Jokowi memilih seseorang pasti melalui penelitian yang mendalam dan menempatkan sesuai kebutuhan, tantangan lingkungan, dan tujuan kedepan," ujarnya.

Baca: Soal Evaluasi Pilkada Langsung, Ketua DPR: Jangan Sampai Kita Mundur ke Belakang

Baca: Ketua Komisi II DPR Nilai Usulan Soal Pilkada Tidak Langsung Terlalu Terburu-buru

Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan (Puspen), Bahtiar berujar, aspek pemerintahan dalam negeri dibina Kemendagri hanya aspek kecil bagian dari tata kelola negara.

"Wawasan Pak Tito adalah wawasan internasional dan sekaligus memahami secara spesifik budaya lokal, memahami sistem politik pemerintahan dan memahami sistem pemerintahan daerah hingga hal-hal detil di lapangan, termasuk cara mengatasinya," kata Bahtiar

Kepala Puspen Kemendagri berujar jika dilihat secara bjektif, mantan Kapolri tersebut telah berhasil membuat beberapa terobosan baru dalam kepemimpinannya selama dua bulan di Kemendagri.

"(Menteri Tito) dua bulan di Kemendagri langsung membuat terobosan yang luar biasa membangun sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah termasuk Forkopimda, yaitu acara Rakornas di Sentuk. Semua pihak memuji suksesnya acara tersebut, dan dampaknya pada perubahan hubungan-hubungan dan tata kelola pemerintahan Pusat dan Daerah," kata Bahtiar.   

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved