Staf Khusus Jokowi

Kecewa Presiden Angkat Staf Khusus Milenial, BEM Trisakti Justru Singgung 'Bagi-bagi Kue' Era Jokowi

Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Edmund Seko mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kecewa Presiden Angkat Staf Khusus Milenial, BEM Trisakti Justru Singgung 'Bagi-bagi Kue' Era Jokowi
Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Joko Widodo mengenalkan tujuh orang sebagai Staf Khusus Presiden untuk membantunya dalam pemerintahan pada sebuah acara perkenalan yang berlangsung dengan santai di veranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019) sore. Ketujuh staf khusus baru yang diperkenalkan Presiden Jokowi merupakan anak-anak muda berusia antara 23-36 tahun atau generasi milenial. Adapun ketujuh staf khusus baru yang diumumkan oleh Presiden Jokowi yaitu (kiri ke kanan) Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Gracia Billy Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia, dan Aminuddin Maruf. Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris 

TRIBUNNEWS.COM - Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Edmund Seko mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kekecewaannya itu berkaitan dengan keputusan Jokowi menunjuk tujuh pemuda milenial sebagai staf khusus (Stafsus) presiden.

Edmund Seko lantas menyoroti alasan Jokowi merekrut tujuh stafsus milenial tersebut.

Melalui tayangan 'DUA ARAH' dalam kanal YouTube KOMPASTV, Senin (25/11/2019), Edmund Seko mengaku memiliki pandangan berbeda terkait penunjukan tujuh stafsus milenial tersebut.

"Pertama, selamat buat Kakak Billy yang sudah terpilih," jelas Edmund Seko.

"Namun demikian bahwa saya memiliki pandangan yang berbeda ketika mendengar salah satu alasan atau salah satu latar belakang kehadiran atau kerja dari staf khusus ini adalah menjadi teman diskusi presiden," imbuhnya.

Secara gamblang, Edmund mengutarakan kekecewaannya terhadap keputusan Jokowi tersebut.

"Saya merasa sangat kecewa, kenapa demikian?," ucap Edmund.

Menurut Edmund, tanpa harus merekrut stafsus milenial, pihak istana sebenarnya sudah sering mengajak disukusi kaum muda.

Sebab, disebutnya pihak Kantor Staf Presiden (KSP) kerap mengundang para mahasiswa untuk berdikusi.

BACA SELENGKAPNYA >>>>>

Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved